Sekilas Info

Samuel Limin

Pemuda Perbatasan Yang Ingin Berperan Agar Warga Pedalaman Melek Keuangan

Putera Perbatasan, Samuel Limin.

SEKADAU – SenentangNews.com – Dirinya mulai mengenal Credit Union Keling Kumang (CUKK) pada tahun 2007. Saat itu para aktivis CUKK sering masuk ke kampung-kampung untuk mensosialisasikan CUKK, termasuk di kampung dirinya Desa Kantuk Aping Kecamatan Puring Kencana, Kapuas Hulu. Begitu Samuel Limin (25) mengawali kisahnya, Jumat (11/6/2021).

Dikisahkan Limin, bahwa seingatnya CUKK adalah CU yang pertama hadir di Kantuk Aping. Desa Kantuk Aping adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Puring Kencana Kabupaten Kapuas Hulu. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan negeri Sarawak Malaysia. Bahkan masih ada desa di Puring Kencana yang hingga sekarang masih menggunakan waktu Sarawak.

“Branch Office CUKK terdekat dari Desa Kantuk Aping berada di Nanga Kantuk. Untuk menuju Nanga Kantuk, memerlukan waktu sekitar satu jam perjalanan dengan sepeda motor. Setelah mengenal CUKK lebih baik, kemudian saya menabung di produk Tabungan Pendidikan. Saat itu saya masih pelajar SMP,” tutur Limin.

Putera bungsu dari pasangan Makarius Rantai dan Lidia Miut ini juga mengungkapkan, bahwa orang tuanya telah menjadi anggota CUKK sejak para aktivis dari Branch Office Nanga Kantuk pertama kali datang di rumahnya di Kantuk Aping.

Saat ditemui, Sarjana Pendidikan jurusan Teknologi Informasi dan Komputer ini tengah menjadi peserta Sekolah Penggodokan Aktivis (SPA) CUKK Angkatan Ke XXII. Kegiatan ini dihelat di Kantor Pusat CUKK di Tapang Sambas Kabupaten Sekadau. Dari bagian Human Resource Management (HRM), diperoleh data bahwa Limin terdaftar dengan nomor pendaftaran 069/SPAXXII/CUKK/K001/2021.

Bergabung dengan CUKK cita-cita Limin sederhana saja. Yaitu ingin dapat turut berperan dalam menjadikan warga pedalaman melek keuangan, dimana pun dirinya ditugaskan nanti, khususnya untuk para milenial.

“Warga pedalaman perbatasan memang tertinggal dalam hal infrastruktur. Namun tidak tertinggal dalam hal pergaulan dan wawasan, utamanya kaum milenialnya. Karena mereka biasa melawat ke negeri jiran Sarawak. Jadi lebih mudah untuk dibawa bertukar fikiran,” kata Samuel Limin.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas