Sekilas Info

Wabup Sintang Resmikan Gedung Serbaguna Ratu Damai Tempunak

Penandatanganan Prasasti oleh Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap di Saksikan Wakil Bupati SIntag Sudiyanto

SINTANG | SenentangNews.com- Ratusan umat Katolik, berkumpul dengan khidmat dalam acara peresmian Gedung Serbaguna “Ratu Damai” Paroki Maria Ratu Damai Semesta Tempunak di Pusat Paroki Maria Ratu Dama Semesta, Senin (31/5/2021).

Peresmian gedung Serbaguna “Ratu Damai” itu dilakukan dengan penandatangan prasasti dan seremonial pemukulan gong oleh Wakil Bupati Sintang Sudiyanto dilanjuitkan dengan pemberkatan oleh Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Serbaguna Paroki Maria Ratu Damai Semesta Tempunak Heronimus Lawe menyampaikan dalam membangun gedung serbaguna ini menghabiskan anggaran sekitar 1,5 milyar.

“Gedung serbaguna “Ratu Damai” di Tempunak ini merupakan kerinduan dan cita-cita umat Katolik didearah ini,”katanya.
Lawe juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Sintang serta para donatur atas bantuan baik materil maupun dalam proses administrasinya.

“Selain itu yang terpenting yakni atas berkat doa para umat sekalian sehingga mampu mewujudkan mimpi kita semua, “jelas Lawe.

Ketua Dewan Pastoral Paroki Maria Ratu Damai Semesta Tempunak, Acun menghimbau kepada umat yang ada di stasi-stasi untuk menggunakan gedung ini dengan sebaik-baiknya sebab perjuanagn seluruh umat merupakan berkat yang datang dari sang pencipta.

“Harapan Kami dengan berdirinya Gedung ini umat Katolik khususnya di Tempunak ini semakin semangat melayani. Sebab peranan ketua wilayah dan ketua stasi sangat penting dalam melayani umat dan membantu tugas pastor yang ada,” terang Acun.

Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap merasa cukup bangga atas semangat dan kerja keras umat katolik di Tempunak dalam mewujudkan pembangunan gedung serbaguna.

“Saya bangga dengan umat di Tempunak karena selalu berkoordiasi soal pembangunan gedung serbaguna yang cukup megah ini,”kata Uskup.

Dikatakan Uskup keberadaan paroki ini merupakan bagian integral dari Keuskupan Sintang. Kemajuan suatu paroki merupakan kemajuan sebuah keuskupan dalam mewujudkan visi dan misi gereja.

“Saya berharap hubungan kita dengan semua anggota masyarakat akan semakin baik dari hari ke hari. Kehadiran gereja tidak ekslusiv untuk dirinya sendiri, tetapi untuk dunia dan siapa saja yang berkehendak baik,”jelas Uskup.

Dalam kesempatan tersebut Uskup Sintang mengucapkan selamatkepada umat Paroki Tempunak yang merayakan 41 tahun berdirinya paroki ini. Menurut Uskup 41 tahun lumayan tua dan perkembangan yang sudah dicapai sangat menggembirakan.

“Selamat untuk 4 orang imam yang merayakan 25 tahun imamat. Terima kasih karena sudah melayani umat di Keuskupan Sintang selama 25 tahun yang tentu itu bukan waktu yang singkat,”beber Uskup.

Terpisah Wakil bupati Sintang Sudiyanto berpesan, supaya gedung Serbaguna yang baru saja diresmikan dan diberkati oleh Uskup Keuskupan Sintang ini, dipelihara dan dirawat dengan baik dan sungguh sungguh karena membangun itu gampang tetapi merawatnya susah.

“Untuk itu diperlukan kekompakan dan kebersamaan umat dalam menjaga dan merawat bangunan gereja yang menjadi kebanggaan umat Katolik di Tempunak ini," kata Sudiyanto.

Dalam kesempatan tersebut Sudiyanto menyampaikan bahwa perayaan 25 tahun berkarya di tengah umat yang sudah dilewati oleh 4 orang imam Keuskupan Sintang itu memang harus dirayakan dengan sukacita.

“Saya juga mengapresiasi bahwa Paroki Tempunak ini menjadi salah satu paroki yang mandiri dalam membiayai kegiatannya. Ini contoh yang baik sehingga mengurangi beban Uskup Sintang karena masih banyak paroki yang masih tergantung dengan keuskupan,”jelasnya.

Sudiyanto juga meminta kepada seluruh pastor dan ketua umat yang ada di stasi-stasi untuk membantu pemerintah mengkampanyekan kepada umat bahwa protokol kesehatan tetap harus dijalankan.

“Mungkin bisa diselipkan setelah misa atau ibadat, sampaikan pesan soal protokol kesehatan ini kepada umat. Meskipun angka keterjangkitan covid-19 di Kabupaten Sintang mulai landau,”pungkasnya.

Penulis: Oktavianus Beny