Sekilas Info

Wabup Sintang Pastikan Harga Sembako Stabil

Wakil bupati Sintang Sudiyanto melakukan peninjauan sembako di salah satu pasar tradisonal di Sintang

SINTANG | SenentangNews.com- Memasuki dua pekan jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, harga sembilan bahan pokok (sembako) di delapan lokasi di Kota Sintang Pasih relatif stabil.

Seperti dikatakan wakil bupati Sintang Sudiyanto, dari pantauan pihaknya tidak ada kenaikan yang signifikan pada sembako. Bahkan, untuk stok pun masih bisa mencukupi hingga bulan depan.

"Masih aman saja dan stabil. Kalaupun ada yang naik, mungkin tidak signifikan dan tidak terlalu memberatkan konsumen," katanya Dalam melakukan pemantauan tersebut didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, Kamis (15/4/2021).

Sudiyanto menyampaikan hasil pemantauan tim yang sudah dilakukan menunjukan bahwa beras, ayam pedaging, ikan, daging sapi, dan sayur memiliki stok yang cukup dan harganya juga stabil.

“Hari ini kita mengecek harga dan stok sembako yang ada di pasar tradisional dan pasar modern. Yang kami cek stok sembako hingga lebaran nanti. Hasilnya, semua cukup dan harga stabil,” jelas Sudiyanto.

Menurutnya semua komoditas cukup hingga lebaranbahkan katanya tidak ada kenaikan harga yang mengkhawatirkan, bahkan harga sangat stabil. “Jadi saya himbau seluruh warga Kabupaten Sintang khususnya yang menjalankan ibadah puasa untuk tenang dan tetap khusuk menjalankan ibadah puasa,”ucapnya.

Hanya saja, untuk minyak goreng dan telur mengalami sedikit kenaikan. Namun dirinya menegaskan hal tersebut masih relatif normal dan tidak terlalu signifikan kenaikannya.

“Tapi ini biasa terjadi. Karena harga barang-barang seperti ini memang sering kali naik turun, tergantung stok yang ada,” jelasnya.

Sudiyanto juga menghimbau agar para pedagang untuk menyiapkan stok yang cukup hingga lebaran, jangan menaikan harga, barang-barang yang sudah kadaluarsa agar jangan dijual lagi. Masyarakat juga banyak yang kurang memperhatikan kalau soal barang kadaluarsa ini. Soal daya beli masyarakat juga belum menunjukan penurunan transaksi. Hanya daging sapi yang diakui penjual tadi agak menurun.

“Kepada penjual dan pembeli di pasar tradisional dan modern, saya tetap menghimbau agar protokol kesehatan semakin diperketat dan wajib dilaksanakan sebab tidak bisa dipungkiri pasar merupakan tempat keramaian,”harapnya.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sintang Sudirman mengharapkan agar para pedagang sembako untuk tidak menjual lagi makanan yang masa kadaluarsanya tersisa dua bulan.

“Dua bulan sebelum kadaluarsa, makanan tersebut wajib untuk disimpan kembali dan tidak dijual lagi. Jadi pedagang harus rutin mengecek tanggal kadaluarsa barang dagangannya,” tutup Sudirman.

Penulis: Oktavianus Beny