Sekilas Info

Aron-Suban Ajak Warga Sekadau Bersatu Tanpa Perbedaan Politik

SEKADAU | SenentangNews.com- Hari pertama masuk kantor setelah dilanti Gubernur Kalbar bebebra hari lalu, Aron dan Subandrio bupati dan wakil Sekadau terpilih mengajak seluruh masyarakat di bumi Lawang Kuari untuk tidak lagi berpikiran nomor urut 1dan 2.

"Saat ini saya dan pak wakil akan fokus dalam membangun Kabupaten Sekadau. Sekadau baru Sekadau maju dengan program Infarstruktur, Perkebunan, Perternakan Perikana dan Kesehatan (IP3K), mari warga Sekadau semua membantu kami agar visi dan misi kami tercapai dengan baik,"kata Aron dalam sambutannya.

Selain itu kata dia lagi, yang terpenting dilakukan sekarang adalah mengatasi penyebaran covid-19 secara bahu membahu untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Jaga jarak, cuci tangan, gunakan masker jika keluar rumah,dengan begitu kita sudah ambil bagian untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus covid-19," ajak Aron.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, atas partisipasi semua pihak dengan telah dilaksanakannya semua tahapan sampai acara pelantikan tanggal 26 kemarin. Sekali lagi mari kita bangun rumah kita yakni kabupaten Sekadau dengan sebaik-baiknya. Jika ada persoalan mohon kiranya ada kordinasi, tujuannya agar setiap persoalan bisa terselesaikan dengan baik.

"Pada kesempatan ini saya atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten Sekadau mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, kepada rekan-rekan beragama Muslim," kata Aron.

Sebelumnya hari pertama masuk kantor, Rabu,(28/4/2021) bupati dan wakil bupati Sekadau Aron-Subandrio diawali dengan acara ritual adat Dayak Bepama dan adat Melayu dengan Tepung Tawar.

Kedua adat ini tentu melambangkan rasa syukur atas karunia sang penguasa jagat raya atas limpahan berkah dan rahmad kepada kedua pemimpin muda ini.
Sebelum masuk halaman kantor di pintu gerbang seperti lazimnya adat istiadat Dayak, orang nomor satu di bumi Lawang Kuari di daulat untuk melakukan pacung buluh muda.

Acara Bepama ala adat Dayak di bawakan oleh Meningan tokoh adat Mualang, sedangkan ritual adat Melayu Tepung Tawar dibawakan oleh Dayang Arani tokoh adat perempuan dari kecamatan Nanga Mahap.

Usai acara ritual adat bupati dan wakil bupati langsung masuk ke ruang kerja. Sebelum masuk ke ruang kerja didepan pintu masuk di berkati oleh pastor dan pendeta.

Kontributor Daerah: Sutarjo