Sekilas Info

Minim Informasi, Dikira Covid Di Sintang Sudah Punah

Kansius Daniel Banai

SINTANG | SenentangNews.com – “Jika melihat informasi di media massa, seperti adanya pernyataan Gubernur Kalimantan Barat tentang larangan pergi ke Sintang. Kemudian pernyataan tersebut ditanggapi oleh pernyataan Bupati Sintang Jarot Winarno, tentu mengejutkan kondisi Sintang sudah sedemikian rupa,” begitu dikatakan Kansius Daniel Banai, Rabu (28/4/2021) siang di Sintang.

Pria yang punya latar belakang bidang kesehatan ini memprediksi, bahwa mungkin karena sebelumnya sangat minim informasi, warga tidak terlalu takut lagi untuk berkerumun. Bahkan banyak warga yang mengira kalau wabah Covid-19 di Sintang sudah punah.

“Agak berbeda dengan saat masih gencarnya informasi saat virus ini mulai melanda setahun yang lalu. Informasi demikian gencar, dan respon masyarakat pun luar basa. Di setiap kampung dan di level RT serta di batas-batas kota didirikan Posko Covid-19 oleh warga setempat,” terang Daniel.

Namun mantan anggota DPRD Sintang ini masih bersyukur. Bahwa baru-baru ini telah mulai dimunculkan lagi berbagai informasi dari Satgas Penanganan Covid-19 dan dari Prokopim Pemkab Sintang. Masyarakat jadi mengetahui seperti apa sebenarnya kondisi di Sintang ini, dan apa saja yang dilakukan oleh Satgas Penanggulangan Covid-19..

Hanya saja, kata Daniel, sosialisasi dan informasi dari Satgas Penanggulangan Covid-19 harus tembus sampai ke desa-desa. Betul bahwa media sosial seperti whatsapp sudah demikian gencar di kota-kota. Namun masih banyak desa-desa di kawasan pedalaman yang jauh dari sinyal selular. Setidaknya, gencarnya informasi ini akan mengingatkan bahkan membatasi dan mengurangi terjadinya berkerumun sepenting apa pun.

Daniel juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk mendukung Satgas Penanganan Cavid-19. Apa pun kegiatan masyarakat, jangan lupa terus mematuhi protokol kesehatan.

“Syukur lah, belakangan ini Satgas Penanganan Covid-19 mulai gencar lagi melakukan razia. Kemudian ada juga pos pemeriksaan di batas kota. Pandemi Covid-19 ini memang luar biasa. Pemerintah seharusnya bukan lagi menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro, tetapi harus sudah harus berskala makro,” pungkas Daniel Banai.

Penulis: Kris Lucas