Sekilas Info

Waspada Varian Baru, Pemuda Sintang Meninggal Dunia Tanpa Penyakit Penyerta

bupati Sintang Jarot Winarno Saat menggelar Konfrensi pers perkembangan COvid-19, Senin 19 April 2012

SINTANG | SenentangNews.com- Bupati Sintang Jarot Winarno meminta masyarakat SIntang untuk selalu waspada terhadap varian baru Covid-19 di bumi Senentang. Pasalnya, saat ini varian baru virus Corona telah masuk di Kabupaten Sintang.

Masuknya virus varian baru yang dinilai ganas ini kata Jarot telah menyebabkan satu warga Sintang berusia 32 tahun meninggal dunia tanpa penyakit penyerta.

”Bulan April 2021 ini variannya ganas beda dengan yang dulu, bulan ini ada yang meningga tanpa penyakit penyerta,”kata Jarot saat menggelar konfrensi persi perkembangan COVID-19 Kabupaten Sintang, Senin (19/4/2021).

Tingginya kasus terkonfirmasi Corona di Kabupaten Sintang akhir-akhir ini, Jarot meminta satgas penanganan Covi-19 Kabupaten SIntang untuk tidak henti-hentinya memberikan edukasi terhadap masyarakat terhadap bahanyanya virus corona yang mengakibatkan satu remaja di Sintang meregang nyawa.

“Jadi saya minta kita semua untuk tetap wapada terutama masyarakat harus lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes), sebab varian ini sangat berbahaya dan mematikan,”jelas Jarot.

Dikatakan Jarot saat ini masih ada anggapan masyarakat apabila sudah di vaksinasi maka resiko terpapar corona tidak ada. Hal tersebut sambung Jarot sangat keliru.

“Masyarakat kita masih berpikir seperti itu, kemarin staf saya sudah divaksin masih bisa positif. Karena tingkat efikasinya hanya 60 persen. Jadi yang paling penting masyarakat tetap mematuhi protocol kesehatan, dengan  4 M yakni mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker serta menghindari kerumunan,”ungkap Jarot.

Kemudian sambung jarot ada bulan April 2021 ada 11 kasus corona yang meninggal dunia. Artinya case fatality rate antara 4,2 atau 4,3 persen. Sementara case fatality rate dunia rata-rata 4-5 persen. Sementara vaksinasi tidak akan tuntas pada bulan Juli 2021.

“Dengan 4 persen angka kematian saja sangat tinggi. Padahal, dari awal kasus corona sampai sekarang hanya 1,3 persen yang meninggal dunia,”beber Jarot.

Jarot berharap dengan fenomena ini masyarakat tidak mengabaikan akan kesehatannya dan selalu mawas diri terhadap kemungkinan yang akan terjadi kedepannya."Saya pikir kita jangan bandel tetap mematuhi anjuran yang sudah ditetapkan pemerintah,"tutup Jarot.

Penulis: Oktavianus Beny