Sekilas Info

Komit Berantas Narkoba dalam Lapas

Syech Walid

SINTANG I SenentangNews.com- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Sintang Syech Walid mengaku meski penjagaan di dalam Lapas sudah sangat ketat namun masih ada warga binaan yang dengan leluasa menjalankan bisnis barang haram seperti narkoba di Lapas.

Walid mengatakan barang terlarang yang masih bisa masuk Lapas dominan disebabkan faktor manusia. Karena itu, perlu penguatan integritas petugas Lapas agar hal-hal semacam itu tidak terjadi lagi.

“Saya bertekad kehadiran saya di sini mengubah image negativ seperti itu. Kalau kita menilai sendiri cenderung baik, tetapi masyarakat lah yang menilai itu,”kata Walid, Selasa (30/3/2021) kepada sejumlah awak media.

Walid mengatakan salah satu langkah pihaknya mengantisipasi kembali terulangnya bisnis narkoba yang dijalankan dari lapas, pihaknya terus melaksanakan pemeriksaan secara ketat baik secara terjadwal maupun secara insedentil terhadap barang para Napi.

“Saya tegaskan disini apabila ada warga binaan yang masih bermain narkoba maka akan saya pindahkan ke Nusakambangan termasuk oknum petugas yang melakukan pungli akan diberikan sangsi tegas, sebab pelayanan yang diberikan dilayani dengan gratis,”jelasnya.

Walid menjelaskan masuknya berbagai macam narkoba ke dalam lapas disebabkan banyak faktor seperti mempengaruhi para petugas, masuk melalui makanan hingga pelemparan dari luar Lapas.

“Untuk CCTV kita terbatas sekali, didalam hanya enam sementara untuk pemantuan diluar kita tidak ada,”uncapnya.

Sementara itu di Lapas Kelas II B Sintang, narapidana dengan latar belakang tindak pidana narkotika masih mendominasi. Total dari data Lapas, hampir 50 persen narapidana adalah kasus barang haram ini.

“Dari total 436 narapidana yang mendekam, kurang lebih 50 persen di antaranya berstatus narapidana kasus narkotika. Untuk kapasitasnya kita sudah over sekali,”tutupnya.

Penulis: Oktavianus Beny