Sekilas Info

Menkop UKM Teten Masduki Buka RAT CU Keling Kumang di Tapang Sambas

Teten Masduki saat membuka RAT CUKK

SEKADAU | SenentangNews.com – Untuk kedua kalinya Credit Union Keling Kumang (CUKK) di kunjungi oleh Menteri Koperasi dan UKM RI. Pertama pada November 2016, saat Kementerian ini dipimpin oleh Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Kemudian baru-baru ini pada 27 Maret 2021, Menkop dan UKM Teten Masduki berkenan untuk membuka acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke 27 CUKK Tahun Buku 2020. RAT ini mengusung Tema: Mernghadapi Revolusi Industri 4.0 Ditengah Pandemi.

Acara yang dihelat di lantai dasar Kantor Pusat CUKK di Tapang Sambas desa Tapang Semadak kecamatan Sekadau Hilir ini, selain dihadiri oleh Forkopimda Sekadau hadir juga sejumlah pejabat dari provinsi dan kabupaten lain. Hadir juga mitra CUKK dari perbankan.

Hadir Sekda Kalbar Leysandri, Kadisperindagkop UKM Kalbar Anfridus J Andjioe, Plh Bupati Sekadau Frans Zeno, Kadisperindagkop UKM kabupaten Sekadau Imanuel dan Kadisperindagkop kabupaten Sintang Sudirman. Teten Masduki juga membawa sejumlah jajarannya. Nampak hadir juga undangan dari Puskopdit Khatulistiwa (Puskhat).

Acara pembukaan ini cukup padat dan singkat. Ketua Dewan Pengurus CUKK Mikael menyampaikan laporan tentang kondisi gerakan CUKK dan unit-unit di bawah Keling Kumang Group (KKG). Dilanjutkan dengan laporan Plh Bupati Sekadau Frans Zeno terkait dengan perkoperasian di kabupaten Sekadau, dan sambutan Menkop UKM Teten Masduki.

Menarik apa yang dikatakan Teten Masduki saat mengawali sambutannya. “Saya waktu diminta Pak Mikael untuk hadir dalam RAT CUKK, langsung saya sanggupi. Jauh sebelum saya menjadi menteri, saya sudah mengenal dan mengetahui seperti apa CUKK. Yaitu salah satu koperasi terbaik milik bangsa ini,” ucapnya.

Dikatakan Teten Masduki, bahwa dirinya sangat menikmati perjalanan ini meski jauh. Karena dirinya akan mendatangi salah satu koperasi yang menjadi kebanggaan nasional. CUKK telah nyata menjadi penggerak perekonomian masyarakat. CUKK tergolong koperasi modern bukan saja sudah go-digital, dan core business bisa dijadikan role model bagi koperasi-koperasi di Indonesia.

“Saya mendengar CUKK bersama groupnya telah telah merambah ke berbagai sektor bisnis, seperti jasa perhotelan, perkebunan, koperasi konsumen dan pendidikan. Ini sudah masuk konsep multi pihak. Kami sudah mendorong agar koperasi berkembang menjadi koperasi multi pihak. Supaya terjadi semacam sirkit ekonomi dimana seluruh proses produksi dan seluruh kegiatan ekonomi benefitnya diterima oleh anggota,”

Diinformasikan Teten Masduki, bahwa di Indonesia ada 123 ribu koperasi. Namun koperasi besar hanya ada 100. CUKK harus masuk ke sektor-sektor produksi komoditi unggulan. Di Kalbar ini banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan dengan berbasis market demand. Lahan masih luas, berpotensi untuk komoditi seperti buah-buahan tropis yang sekarang sangat diminati oleh luar negeri termasuk minyak atsiri.

Koperasi harus berani investasi ke sektor-sektor produksi. Seperti CUKK yang sudah sangat besar ini menurutnya harus masuk kesitu. UMKM harus berani lompat. Jika koperasi UMKM hanya mengurusi kerupuk, keripik, anyam-anyaman dan terus saja disitu, nanti kue ekonomi nasional akan diambil oleh yang besar-besar. Kemenkop UKM punya konsep tentang rantai pasokan. Jadi kita bukan lagi konsep Inti-Plasma, tetapi UMKM harus menjadi bagian rantai pasok global.

Kita juga ingin menambah jumlah wira usaha baru. Saat ini kita baru 3,47 persen. Padahal untuk menjadi negara maju kita harus punya pengusaha 4,0 persen. Bandingkan dengan Malaysia dan Thailand punya 4,5 persen. Singapura sudah 8,5 persen. Vietnam yang baru masuk ke industerialisasi sudah banyak persentasi jumlah pengusahanya.

“Pesan kepada CUKK, jika ada anggota yang punya potensi untuk ditumbuhkan menjadi wira usaha baru, misalnya dia punya produk unggul, bisnis modelnya inovatif, didukung bahan baku lokal yang cukup, harus didorong masuk dalam skala ekonomi. Mungkin yang diperlukan bukan pembiayaan mikro tapi seed-capital. Dibantu manajemennya, dibantu pengembangan bisisnya dan dibantu pembiayaannya.”

”Target kita kedepan, jumlah yang mikro kita kurangi. Jika kecil dan menengah naik kelas menjadi besar maka kesempatan kerja semakin terbuka di sektor formal. Saya mengkategorikan sektor mikro itu informal, karena dilihat dari pendapatan dibandingkan UMR dan sustainability business nya tidak pasti. CUKK yang sudah berpengalaman, profesional dan memiliki capital yang besar harus mampu mendorong anggotanya menjadi wira usaha besar,” papar teten Masduki.

Saat ritual penyambutan

Masih secara panjang lebar Teten Masduki menginformasikan berbagai hal. Termasuk upaya dirinya untuk berbicara dengan Menteri Keuangan agar tabungan yang kecil-kecil jangan dikenakan pajak “Jika tabungan yang kecil-kecil dikenakan pajak, mereka tidak akan mampu berkembang,” kata Teten Masduki.

Acara Permbukaan RAT ini dipungkas dengan acara launching tiga produk baru CUKK. Dan dilanjutkan dengan acara pokok RAT hingga selesai.

Penulis: Kris Lucas
Photographer: Kris Lucas