Sekilas Info

Dibangun 10 Tahun Lalu, Jembatan Gantung Sungai Inggar Roboh

Kondisi Jembatan Gantung Sungai Inggar Kecamatan Kayan Hilir yang Roboh Dimakan Usia

SINTANG | SenentangNews.com - Jembatan gantung yang berada di Desa Neran Baya Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang ambruk dimakan usia pada, Rabu (17/02/20210 lalu.

Robohnya jembatan penghubung lima desa yaitu Desa Neran Baya, Sungai buaya, Batu Netak, Desa Sungai Sintang, dan desa Sungai Garong, dikarenakan usia jembatan sudah lebih dari 10 Tahun, terlebih lagi padatnya kendaraan masyarakat sekitar yang melintasi jembatan tersebut.

beruntung saat kejadian tidak ada korban jiwa dalam insiden ini namun ambruknya jembatan penghubung lima desa tersebut mengakibatkan perekonomian masyarakat lumpuh total. Sementara untuk jalur alternatif masyarakat harus memikul motornya menyeberangi sungai inggar itupun bisa dilakukan jika musim kemarau.

"Kami Masyarakat di Lima Desa, berharap kepada Pemkab Sintang melalui Dinas terkait supaya bisa cepat merespon jembatan yang sudah ambruk khusus untuk penyeberangan di sungai inggar tersebut sehingga pusat perekonomian bisa pulih kembali,”kata Andre salah satu masyarakat sekitar kepada media ini.

Ambruknya jembatan yang menghubungkan lima desa di Kayan Hilir ini direspon mantan Anggota DPRD Kabupaten Sintang Pranseda. Pranseda turut prihatin degan kondisi jembatan gantung sungai inggar yang ambruk karena termakan usia.

"Jembatan gantung penghubung lima desa tersebut merupakan salah satu proyek aspirasi saya waktu saya masih menjabat di DPRD Kabupaten Sintang pada periode 2009 – 2014. Ada tiga jembatan gantung di daerah tersebut yang pertama jembatan gantung di lubuk leban, yang kedua jembatan gantung sungai keraya di Desa Sungai Garong dan yang ketiga jembatan gantung di Desa Neran Baya. dengan pagu dana masing-masing Rp. 250 juta,” terang Pranseda.

Pranseda berharap Pemkab Sintang segera menangani jembatan tersebut sambil menunggu perbaikan mengingat katanya jembatan gantung di daerah tersebut sangat mempengaruhi kelancaran perekonimian masyarakat setempat.

"Harapan saya sebagai salah satu putra daerah kayan Hilir, Pemkab Sintang maupun teman-teman anggota DPRD Dapil Kayan bisa menanganinya. Sebab dalam kondisi darurat untuk memperbaiki jembatan gantung tersebut tidak memerlukan dana yang terlalu besar karena sama halnya dengan jembatan gantung di Desa Tuguk Kecamatan Kayan Hilir yang dulunya pernah ambruk, biaya perbaikan tidak sampai Rp. 100 juta,”harapnya.

Penulis: Pardi