Sekilas Info

ASPEKPIR Kalbar Minta Pemkab Awasi Kemitraan Petani

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspek PIR) Kalbar, Ys Marjitan

SINTANG I SenentangNews.com- Kemitraan antara petani kelapa sawit dengan perusahaan Perkebunan Kelapa sawit yang memiliki pabrik pengolah kelapa sawit harus terjalin dengan baik, jika tidak maka nasib petani sawit yang menggantungkan dari harga jual harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit akan kewalahan saat harga TBS rendah.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspek PIR) Kalbar, Ys Marjitan mendorong pemerintah Daerah terus meningkatkan sektor pertanian kelapa sawit. Menurutnya hal tersebut dinilai penting mengingat konflik antara perusahaan dan petani sering terjadi.

“Pemerintah harus bertindak sebagai pengayom yang berfungsi untuk menjaga terselenggaranya hubungan kemitraan secara harmonis antara Inti dan Plasma dan menjadi pelindung terhadap gangguan usaha disektor pertanian,”kata Marjitan.

Dikatakannya pola kemitraan yang dibangun perusahaan sawit dengan petani merupakan strategi tepat dalam mengawasi harga TBS yang otomatis meningkatkan kesejahteraan para petani, karena dengan pola ini selain TBS petani dibeli sesuai ketentuan, pabrik juga mendapat pasokan buah secara berkelanjutan.

“Sebenarnya dengan menerapkan pola kemitraan, harga TBS petani lebih terjamin, karena jika pabrik membeli TBS petani dibawah ketetapan akan terpantau dan manajemen pabrik yang bersangkutan akan dipanggil untuk menjelaskan,”ungkapnya.

Martijan mengatakan pengembangan PIR TRAN/ KKPA saat ini telah memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat (petani pekebun sawit) dan membawa dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Sintang dan Melawi.

“Oleh kerena itu ASPEKPIR mengharapkan persoalan yang sering terjadi saat ini dapat diselesaikan oleh semua stakeholder terutama pemerintah dan perangkatnya baik di tingkat Pusat, Provinsi maupun Kabupaten,”harapnya.

Kehadiran ASPEKPIR saat ini memberikan dampak positif terhadap tata niaga buah kelapa sawit baik di Kabupaten Sintang maupun Melawi dengan pola PIR dan pola KKPA dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat petani.

“Kami minta pemerintah daerah konsisten dalam mensejahtrakan petani kelapa sawit sesuai dengan SK Gubernur Kalbar dengan menindak PKS yang nakal sehingga kemitraan yang telah dibangun tetap utuh,”kata Ali Abdullah perwakilan PT. KSP Agro.

Penulis: Oktavianus Beny