Sekilas Info

Setahun Pandemi Covid-19, Pertumbuhan Aset CUKK Tembus Rp 88,6 Miliar

CEO CUKK Valentinus

SINTANG | SenentangNews.com – Tak dapat disangkal, gelombang pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) telah membuat banyak perusahaan mengalami kesulitan dalam menjalankan roda bisnisnya. Lantaran mengalami devisit atau cashflow negative berkepanjangan, tidak sedikit perusahan yang jika pun tidak melakukan PHK telah merumahkan sebagian pekerjanya. Sementara itu belum ada tanda-tanda pandemi akan berakhir. Bahkan belakangan ada trend terus meningkat.

Di republik ini, ada tiga pelaku ekonomi. Yaitu swasta murni, pemerintah dengan BUMN nya, dan lembaga koperasi.
Dalam kondisi seperti ini, perusahaan atau lembaga yang mampu tetap survive pastilah lembaga yang memiliki system yang telah berjalan baik. Lembaga yang mampu menciptakan inovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masa pandemi.
Bagaimana dengan Credit Union Keling Kumang (CUKK)? Sebuah lembaga pemberdayaan masyarakat dan penyedia modal sekaligus tempat untuk menabung.

Dengan 65 kantor cabang di enam kabupaten/kota dan anggota sebanyak 180 ribu lebih, tentu segala sesuatu yang menyangkut CU ini selalu menarik.
Cukup mengejutkan. Dalam kondisi ditengah gelombang pandemi Covid-19 melanda dunia, lembaga ini justeru mampu mendulang pertumbuhan hingga tembus Rp 88,6 Miliar.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) CUKK Valentinus, Selasa (20/10/2020), pertumbuhan berjalan kostan dari Desember 2019 hingga September 2020 dengan rata-rata pertumbuhan Rp. 9,8 Miliar per bulan.

“Demikian juga dengan pertumbuhan jumlah anggota. Pada bulan Desember 2019 jumlah anggota ada sebanyak 180.031 orang. Di pertengahan bulan September 2020 ini telah menjadi 185.187 orang, bertambah 5.156 orang. Dengan angka itu berarti pertumbuhan anggota rata-rata 572,89 per bulan,” papar Valentinus.

Pertumbuhan tersebut, kata Valentinus, tentu tidak terlepas dari peran banyak pihak. Utamanya peran anggota yang tetap loyal memilih CUKK sebagai tempat untuk menabung yang terpercaya. Selain itu, CUKK terus berupaya menciptakan terobosan-terobosan baru untuk para anggotanya. Diantaranya, pemasangan perangkat Ajungan Tunai Mandiri (ATM) tanpa kartu di lima belas kantor cabang. Kemudian ada juga pelayanan dengan mobil keliling.

CUKK juga menghadirkan rekening Virtual Accout (VA) Credit, melakukan kerjasama dengan mitra Gerai PLN dalam membantu melakukan pemasangan kWa listrik di rumah-rumah anggota. Terobosan lainnya, melakukan kerjasama pembelian tandan buah segar (TBS) dan melakukan pendidikan anggota secara online (webinar). Dan akhir-akhir ini melakukan kerjasama pembiayaan pembelian rumah UMKM.

“Di masa pandemi ini, kita harus berani melakukan inovasi. Dengan situasi seperti ini, jika kita tidak berani berinovasi, pertumbuhan kita akan lambat dan bahkan bisa mengalami kemunduran,” tambah Valentinus.

Ketika ditanya apakah CUKK tidak melakukan rasionalisasi jumlah aktivisnya. Menurut pria asal kecamatan Sepauk ini, meski CUKK belum ada program Sekolah Penggodiokan Aktivis (SPA) gelombang baru, CUKK tidak melakukan rasionalisasi aktivis. Jumlah aktivis CUKK masih tetap 600 orang.

Pinjaman Beredar

Yang tidak kalah penting dalam kegiatan Simpan-Pinjam ini adalah target Pinjaman Beredar.

Pertumbuhan pinjaman beredar di CUKK juga mengalami pertumbuhan cukup baik. Yaitu berada pada angka Rp 35-45 Miliar. Tujuan pinjaman juga masih cukup variatif. Namun jika dirata-ratakan, tujuan pinjaman masih lebih banyak untuk usaha produktif.

“Dimasa pandemi ini kita tidak pernah merasa bosan untuk menyampaikan kepada anggota, hindari pinjaman untuk keperluan konsuntif. Dan lebih kepada pinjaman produktif. Misalnya untuk menambah modal usaha, atau membuat usaha baru yang cocok dengan masa pandemi ini,” terang Valentinus.

CEO CUKK ini juga berharap, kedepan pertumbuhan CUKK ini terus meningkat. Berbagai terobosan baru pun akan terus dilakukan, agar CUKK tetap menjadi lembaga yang terpercaya dan dicintai oleh anggota dan masyarakat luas.

“Kita berdoa semoga senantiasa semua dijauhkan dari wabah virus corona, dan semoga pandemi ini cepat berlalu. Agar kita dapat beraktivitas normal tanpa dihantui rasa kuatir oleh penularan wabah virus Corona ini,” harapnya.

Penulis: Kris Lucas