Sekilas Info

MoU Dengan Berbagai Lembaga

Kedepan Lulusan Unka Tidak Hanya Berbekal Teori

Dr. Antonius, S.Hut, MP

SINTANG | SenentangNews.com – Rektor Universitas Kapuas (Unka) Sintang Dr. Antonius, S.Hut, MP mengatakan saat ini banyak mahasiswanya yang magang diberbagai perusahaan. Itu adalah dampak dan tindak lanjut dari adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Unka dengan dua buah lembaga yang ditandatangani pada September 2020 lalu.

Pada intinya, kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan kerjasama dalam bidang Pendidikan, Penelitian Pengembangan Ilmu serta Teknologi Terapan Bidang Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan. Juga yang terkait dengan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Pengembangan Institusi dan Peningkatan Sumber Daya Manusia serta Layanan Jasa Keprofesian Hukum.

“Saat ini, tidak kurang dari 50 orang mahasiswa Unka tengah menjalani magang ditempat yang berbeda. Kedepan pasti akan terus bertambah,” terang Antonis kepada SenentangNews.com, hari Senin (19/10/2020) di ruang Rektorat kampus Unka Sintang.

Dua buah lembaga yang telah mengikat diri dalam sebuah MoU dengan Unka tersebut, adalah Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Tidak tanggung-tanggung, penandatanganan MoU tersebut saat itu, telah melibatkan Bupati Sintang Jarot Winarno dan Ketua DPRD Sintang Florensius Roni.

Antonius memaparkan, ini untuk menyikapi kebijakan Kampus Merdeka Belajar yang baru diluncurkan oleh Mendikbud baru-baru ini. Unka melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dunia usaha. Ada kewajiban bagi mahasiswa untuk belajar diluar kampus, dan bisa sampai empat semester. Dengan tersedianya perusahaan untuk tempat mahasiswa magang, maka pelaksanaan Kampus Merdeka Belajar bisa diterapkan oleh Unka.

Agar nantinya mampu berkiprah di dunia usaha, di masa kuliah pun mereka sudah terjun langsung di berbagai tempat. Itu sebabnya mengapa harus ada MoU. Banyak bidang dan manfaat lain dari MoU. Diantaranya, untuk penelitian dan pengabdian Dosen dilingkungan perusahaan. Kemudian saat perusahaan melakukan kewajiban Corporate Social Reponsibility (CSR) yang bersifat produktif, contohnya untuk hasil hutan non kayu seperti budidaya lebah madu, mahasiswa Unka dapat mendampingi masyarakat.

Tentang perusahaan perkebunan sawit, Unka punya Fakultas Pertanian (Faperta). Salah satu mata kuliahnya adalah Agro Teknologi, termasuk untuk perkebunan kelapa sawit. Perusahaan perkebunan kelapa sawit sangat cocok untuk tempat magang mahasiswa Pertanian.

Yang juga penting, dengan melalui penelitian bersama dengan Unka khususnya Faperta, dapat bersama-sama menciptakan perusahaan perkebunan kelapa sawit menjadi zero waste (tanpa limbah). Karena limbah-limbah yang belum menjadi produk turunan, dapat dimanfaatkan lagi.

“Selama ini pekerja lokal hanya menempati level menengah kebawah. Sementara untuk level menengah keatas, banyak ditempati oleh pekerja dari luar karena kualifikasinya lebih baik. Dengan magang, juga dapat meningkatkan kualifikasi dan kompetensi SDM lulusan Unka,” terang Rektor Unka ini.

Penulis: Kris Lucas