Sekilas Info

Namanya Dikaitkan Dengan Musibah Kendaraan Dinas Ketua DPRD, Syarifuddin Lakukan Klarifikasi

Syarifuddin saat melakukan klarifikasi didampingi oleh Ginidie dan GE. Anderson

SINTANG | SenentangNews.com – Merasa namanya disebut-sebut di media sosial (Medsos) sebagai salah satu penumpang kendaraan KB 3 E yang mengalami musibah pada hari Sabtu 12 September, Syarifuddin salah satu Calon Wakil Bupati Sintang telah menggelar konferensi pers, menurutnya guna mengklarifikasi berita tidak benar tersebut. Kendaraan KB 3 E tersebut adalah kendaraan dinas Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Ronny.

Di hari yang nahas tersebut, kendaraan KB 3 E beserta enam kendaraan lainnya adalah rombongan Bupati Sintang Jarot Winarno dalam perjalanan menuju desa Merahau. Rombongan ini dalam rangka menghadiri peresmian Gereja GKII “Pintu Elok” Merahau oleh Ketua Daerah GKII Kayan. Berita di Medsos menyebutkan, bahwa Staf Ahli Bupati Sintang Syarifuddin juga turut berada di dalam kendaraan KB 3 E yang nahas tersebut.

Yang menimbulkan persoalan, dalam Pilkada Sintang Tahun 2020 ini, Jarot Winarno adalah salah satu Calon Bupati Sintang berpasangan dengan Sudiyanto. Dan Florensius Ronny berada dalam satu partai dengan Jarot Winarno. Dilain pihak, Syarifuddin adalah Calon Wakil Bupati Sintang dari pasangan Yohanes Rumpak - Syarifuddin. Dengan kedudukan seperti itu, keruan saja berita di Medsos tersebut telah memunculkan berbagai penafsiran dan spekulasi publik

Dikisahkan Syarifuddin dalam klarifikasinya, Senin (14/9/2020) malam, bahwa sebagai warga GKII, Jemaat GKII, Kader GKII serta dianggap sebagai pemuka di GKII, dirinya turut hadir dalam acara yang sama. Dirinya juga hadir saat acara peletekan batu pertamanya. Namun sehari sebelum keberangkatan rombongan Bupati pada Sabtu 12 September, dirinya pada hari Jumat 11 September sudah berada di kampungnya di Nanga Topan. Bahkan keluarganya telah lebih seminggu berada di Nanga Topan, karena ada keponakan Syarifuddin yang menikah.

Dirinya tidak dapat menyertai keluarganya dan tidak menghadiri pernikahan keluarganya, karena kesibukannya terkait pendaftaran di Komisi Pemilihan Umu (KPU) Sintang. Pada tanggal. 12 September, Syarifuddin bersama rombongan dari desa Nanga Topan bertolak ke Merahau menggunakan speed-boat. Jarak Nanga Topan ke Marehau cukup dekat.

Setiba di Merahau, Syarifuddin langsung menuju rumah Kepala Desa Merahau, yang juga masih kerabatnya. Rupanya rombongan Bupati dan Ketua DPRD sudah terlebih dahulu berada di rumah Kepala Desa. Dirinya pun bergabung dengan tamu-tamu lainnya. Terlebih karena kehadiran Jarot Winarno dan Florensius Ronny adalah dalam kapasitas sebagai Bupati dan Ketua DPRD. Dalam kesempatan tersebut banyak orang yang mengambil foto.

“Kerana saat diambil fotonya rombongan Jarot Winarno membuat sikap tubuh dengan jari, saya pun harus membuat sikap tubuh Mandau Mengkilat,” ucap Syarifuddin.

Tiba-tiba pada hari itu muncul informasi kurang jelas di Medsos yang telah menimbulkan missinformasi dan penafsiran berbeda-beda. Menurutnya, berita di Medsos ini sangat merugikan dirinya secara pribadi dan merugikan tim pasangan Calon Bupati/Calon Wakil Bupati Sintang Yohanes Rumpak - Syarifuddin. Untuk itu, kata Syarifuddin, berita tidak benar yang sempat viral tersebut harus segera diluruskan.

Dalam Medsos disebutkan siapa saja yang berada di kendaraan KB 3 E yang mengalami musibah di Simpang Toran desa Merahau kecamatan Kayan Hulu. Tercantum nama-nama Florensius Ronny, Staf Ahli Bupati Syarifuddin Atot, Hardoyo, Jack dan sopir bernama Riki. Setelah diselidiki salah satu nama orang dalam kendaraan tersebut adalah Atot Kramantonius, Staf Sekretariat DPRD Sintang. Kebetulan Syarifuddin juga akrab dipanggil Atot.

“Apakah ada unsur kesengajaan atau hanya kekeliruan dari orang yang pertama menyebarkan berita itu. Bahwa dirinya berada di kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut. Saya tegaskan, bahwa berita itu tidak benar. Di jalur Sungai Kayan, sebutan Atot ini adalah nama panggilan sayang untuk anak lelaki, seperti panggilan Ujang,” tuturnya.

Sebelumnya, dirinya juga telah melakukan klarifikasi melalui WhatsApp dan Instagram. Namun menurut timnya, klarifikasi seperti itu tidak cukup. Tim mengusulkan agar mengadakan pertemuan dengan media massa. Sebetulnya pertemuan akan ditunda pada hari Selasa tanggal 15 September, namun teman-teman di tim tidak sabar. Terlebih Syarifuddin selama tiga hari ini tengah mengikuti Pendidikan Partai secara virtual.

“Saya tegaskan lagi, bahwa berita di Medsos tersebut bahwa pada saat itu saya tergabung dengan rombongan Bupati dan Ketua DPRD adalah berita tidak benar. Pagi tadi Yohanes Rumpak ada acara di jalur Kayan, sekaligus untuk mengklarifikasi berita menyesatkan ini,” tegas Syarifuddin.

Saat melakukan klarifikasi yang dimulai pukul. 22.30 di Sekretariat Koalisi Sintang Baru ini, Syarifuddin didampingi oleh dua orang timnya, Ginidie dan GE. Anderson.

Penulis: Kris Lucas