Sekilas Info

Bantah Tolak Pasien

Ini Klarifikasi RSUD Ade M Djoen Sintang

Jajaran Manajemen RSUD M Djoen Sintang Saat Menggela Jumpa Pers Bersama Awak Media, Senin (8/8/2020)

SINTANG I SenentangNews.com- Adanya penolakan pasien atas nama Legit warga Dusun Belantu, Desa Margahayu, Kecamatan Ketungau Tengah oleh pihak rumah sakit Ade M Djoen Sintang beberapa hari lalu membuat pihak rumah sakit plat merah itu angkat bicara.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang Rossa Tripina memberikan klarifikasinya. Menurut Rossa penolakan pasien seperti yang diberitakan salah satu media di Sintang itu tidak benar.

"Kejadian ini menurut kami hanya miskomunikasi saja antara pasien dan dokter yang jaga saat itu,"kata Rossa saat megggelar jumpa pers dengan awak media, Senin (8/8/2020).

Menurut Rossa selama ini semua pasien yang datang ke RSUD Ade M Djoen Sintang akan dilayani sesuai standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit.

"Semua pasien yang datang tetap kita layani tanpa memandang status sosialnya,bahkan pasien yang tidak mampu maupun terlantar sudah dialokasikan dana perlakuan khusus oleh pemkab Sintang,"ujar Rossa.

Terkait dengan adanya penolakan oleh dokter rawat inap oleh dokter IGD, menurut Rossa sesuai standar prosedur yang berlaku di RSUD Ade M Djoen Sintang yakni berdasarkan indikasi medis.

"Pasien dalam kondisi sadar penuh dan keluhan yang dirasakan pasien tidak ada,"ucapnya.

Menurut Rossa untuk kasus-kasus emergency kegawatdaruratan sekalipun tetap dilakukan pemeriksaan sesuai standar prosedur operasional yang berlaku dan akan diberikan obat sesuai indikasi penyakitnya.

"Berdasarkan rekam medis pasien dan catatan kami dengan petugas pelayanan hari itu memang sudah dilakukan pemeriksaan prosedur yang berlaku serta sudah melakukan konsultasi bahwa pasien di diagnosa menderita rahim turun,"

"Jadi memang pasien tersebut memang belum ada indikasi untuk di rawat inap pada kunjungan saat itu. Itu bisa diliat dari data yang ada. Bahkan tanda-tanda vital pada pasien baik semua seperti Tensinya baik, nafas bagus dan nadinya normal,"beber Rossa.

Dalam rangka pencegahan Covid-19 saat ini sambung Rossa pihaknya telah memberlakukan protokol kesehatat dengan melakukan skrining secara ketat baik kepada petugas maupun kepada keluarga maupun pengunjung.

"Jadi kami tegaskan sekali lagi hanya pasien yang benar-benar mempunyai indikasi medis yang akan dirawat sebagai pasien rawat inap,"tutup Rossa. (*)

Penulis: Oktavianus Beny