Sekilas Info

Sebuah Destinasi Agro Wisata Hadir Di Lingkar Kelam

Mikael, Valentinus, Yunisia Tamara dan Munaldus Dihari Buka Perdana Destinasi Agro Eisata di Kelam Permai

SINTANG | SenentangNews.com – Hadirnya sebuah destinasi Agro Wisata di Kelam Permai, diharapkan akan menjadi salah satu nilai tambah bagi kawasan wisata Bukit Kelam. Harapan tersebut, dikatakan oleh Munaldus, penggagas dibuatnya destinasi wisata ini, hari Jumat (31/7/2020) sore di Kelam Permai kamrin.

Sudah ada beberapa tempat wisata yang digagas oleh Pendiri Credit Union Keling Kumang (CUKK) ini. Misalnya eko wisata Taman Empeliau dan Keling Kumang Forest di Tapang Sambas. Kemudian membangun sejumlah homestay di Betang Sungai Utik di Kapuas Hulu dan di Eko Wisata Lebuk Lantang.

“Keberadaan Agro Wisata ini, semoga dapat berperan dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Sintang sebagai Kabupaten Lestari. Semoga juga generasi mendatang dapat lebih mencintai alam dan lingkungan dengan irama yang sama. Kami yang telah berusia lebih dari setengah abad ini, hanya dapat memberikan contoh,” ucap Penasihat CUKK ini.

Sementara menurut Ketua Dewan Pengurus CUKK Mikael, obyek wisata ini dibawah naungan CUKK. Meskipun ini hasil dari spin-off CUKK, namun memiliki otoritas pengelolaan sendiri.

Penjelasan lebih rinci terkait Wisata Agro tersebut, diperoleh dari penanggungjawab destinasi ini, Yohana Tamara. Menurut penjelasannya, hadirnya Agro Wisata ini erat kaitannya dengan proyek Pusat Pembibitan Kakao di Tapang Sambas, yang juga berada dibawah tanggungjawabnya.

‏Ketika ditanya, apa saja yang menarik untuk dilihat di Agro Wisata ini. Menurut jebolan University of Liverpool, England yang akrab dipanggil Ara ini, di areal seluas 3,5 Hektar ini selain akan ada contoh kebun kakao. Kemudian bisa melihat bagaimana buah kakao itu mulai dari biji hingga menjadi produk coklat. Dengan begitu, Agro Wisata ini juga akan menjadi wisata edukasi

“Jika ingin tahu bagaimana pohon kakao, ada. Ingin tahu seperti apa biji coklat, juga ada. Ingin mengetahui proses pengeringan, proses fermentasi dan hingga proses menjadi berbagai produk juga ada. Sehingga akan tergambarkan bagaimana mengembangkan produk hulu hingga menjadi produk hilir,” terangnya.

Yunisa Tamara ini, adalah satu-satunya pembicara dari Indonesia yang mewakili Asia Pasifik dalam Webinar Go Green Campaign Tahun 2020. Webinar yang dihelat oleh International Cooperative Alliance Asia and Pasific Committee on Youth Cooperation (ICYC) pada tanggal. 7 Juli lalu.

Ditempat yang sama, Chief Executive Officer (CEO) CUKK Valentinus menjelaskan bahwa hadirnya berbagai destinasi wisata CUKK yang erat kaitannya dengan lingkungan, adalah bukti konsistensi CUKK terhadap Triple Bottom Line.

“Perjalanannya masih panjang, mudah-mudahan semuanya akan segera lengkap sesuai rencana. Kebunnya segera dapat terwujud, dan bangunan tempat peragaan pengolahan produk pun semoga segera terwujud. Karena Agro Wisata ini juga sebagai tempat pelatihan agro bisnis,” ucapnya. (kris lucas)

Penulis: Kris Lucas