Sekilas Info

Sultan Sintang Wafat

Askiman: Sosok Pemersatu Semua Komponen Itu Telah Tiada

Gelar kehormatan Kesultanan Sintang diberikan langsung oleh Sultan Sintang kepada Askiman pada saat perayaan Haul penobatan Sultan Sintang yang ke-XI 14 September 2017 silam

SINTANG | SenentangNews.com- Masyarakat Sintang sedang berduka, Sultan Sintang, H.R.M Ikhsan Perdana Ismail Tsafioeddin yang bergelar Pengeran Ratu Sri Kusuma Negara V, tutup usia pada Kamis (16/7/2020).

Sosok pemersatu semua komponen anak bangsa di Kabupaten Sintang berpulang menghadap yang maha kuasa. Ia menghembuskan napas terakhir di RSUD Ade M. Djoen Sintang sekitar pukul 01.50 WIB. Almarhum berpulang ke ramahtullah dikarenakan sakit dan meninggal dunia di usia 78 tahun.

Meniggalnya Sultan Sintang membuat wakil bupati Sintang Askiman merasa kehilangan sosok tokoh pemersatu semua komponen anak bangsa di Bumi Sementang. Sebab lanjut Askiman dalam setiap kegiatan atau perayaan apapun yang dilakukan oleh semua suku dan agama di Sintang ini almahum selalu hadir.

"Saya mohon maaf tidak bisa melayat dan ikut dalam prosesi pemakaman karena sedang ada kegiatan di Jakarta. Saya merasa merupakan bagian dari keluarga besar Keraton Sintang dengan telah menerima gelar Pangeran Temenggung Muda Patih Suara. Gelar kehormatan Kesultanan Sintang tersebut diberikan langsung oleh Sultan Sintang pada saat perayaan Haul penobatan Sultan Sintang yang ke-XI dan juga syukuran hari lahir Sultan Sintang yang ke 75 tahun di Keraton Istana Al-Mukarammah Sintang pada 14 September 2017 lalu,” kenang Askiman.

Semasa hidupnya kata Askiman Almarhum sangat enak jika diajak diskusi tentang sejarah, kebudayaan dan masa peradaban Kerajaan Sintang. Bahkan lanjut Askiman Almarhum belum pernah terdengar bahasa-bahasa keras ataupun bahasa kasar. Begitu juga jika menerima sahabat atau tamu selalu di terima dengan senyum yang penuh dengan persahabatan”

“Beliau sangat enak di jadikan sebagai teman diskusi dengan segudang pengalaman yang beliau miliki sehingga bisa memberikan inspirasi baru bagi kita dalam menentukan arah kebijakan dan mengambil keputusan yang bisa diterima oleh semua pihak,"beber Askiman.

"Selamat Jalan Sultan pintu surga telah terbuka bagimu. Perjuanganmu untuk mempersatukan seluruh anak bangsa di Sintang ini akan kami teruskan,"tutup Askiman. (*)

Penulis: Oktavianus Beny