Sekilas Info

Empat Bulan Dilanda Pandemi Covid-19

Petani Karet Kelam Permai Masih Bertahan

Yoheskel

SINTANG | SenentangNews.com – Pelambatan ekonomi akibat Pandemi Covid-19, dirasakan oleh semua orang. Di kalangan petani, dibanyak tempat yang pertama menjerit adalah para petani karet. Namun kondisi di kecamatan Kelam Permai ternyata berbeda. Meski selama empat bulan dilanda Pandemi Covid-19, para petani karet di sana masih mampu bertahan.

Data kondisi tersebut, dapat dengan mudah di ketahui di Credit Union Keling Kumang (CUKK) branch office (BO) Kelam Permai. Data yang terdapat di lembaga ini dapat mewakili secara umum. Sebagaimana informasi yang diperoleh dari Manager BO CUKK Kelam Permai, Yoheskel, Jumat (26/6/2020), bahwa anggota aktif di BO Kelam Permai seluruhnya ada 4.383 orang. Dari jumlah 4.383 orang tersebut, hanya puluhan orang saja yang bukan petani karet.

“Semula kami kira di saat terjadi pelambatan ekonomi dampak dari Pandemi Covid-19 ini, tabungan anggota pasti akan menurun. Atau setidaknya dalam kondisi stagnan. Kenyataannya, dalam tiga bulan terakhir tabungan anggota justeru naik sebanyak tiga persen. Ini diluar dugaan dan cukup baik,” kata Yoheskel di ruang kerjanya.

Alasan mengapa para petani karet di Kelam Permai ini umumnya masih memiliki pendapatan cukup baik, ditunjang oleh keterangan dari Sekretaris Kecamatan Kelam Permai, Mastur Rifa’i. Ditemui di ruang kerjanya, Mastur menjelaskan bahwa mutu karet petani di Kelam Permai masih terjaga dengan baik.

“Ketika di wilayah lain harga kerat petani anjlok drastis, harga karet di Kelam Permai masih lumayan baik. Disaat harga karet di daerah lain mulai merayap naik hingga Rp. 6.000 per Kg, karet petani di Kelam Permai umumnya masih dibeli pengumpul dengan harga Rp. 7.000,-,” tutur Mastur Rifa’i. (*)

Penulis: Kris Lucas