Sekilas Info

Hidup Koperasi Dalam Pandemi Covid-19, Dan Reaktivasi usaha Menkop Teten Masduki

Board of Director CUKK, Mikael

SINTANG | SenentangNews.com - Ditengah badai Pandemi Covid-19 sekarang ini, tentu menarik untuk menelisik kondisi lembaga atau koperasi yang bergerak di bidang pelayanan simpan-pinjam. Sejauh mana situasi tidak normal beberapa bulan ini berpengaruh terhadap lembaganya. Dan seperti apa kiat-kiat yang dilakukannya untuk membuat lembaganya tetap berjalan normal.

Bagi sebuah Credit Union (CU), lembaga yang di Indonesia digolongkan dalam kelompok koperasi, untuk dapat berjalan normal ditengah ketidaknormalan pasti lumayan berat. Sebagaimana CU Keling Kumang (CUKK) yang memiliki 65 buah kantor cabang dan memiliki anggota sebanyak 180.031 orang.

Board of Director CUKK, Mikael, saat dihubungi hari Sabtu (6/6) menjelaskan bahwa CUKK cukup beruntung. Karena sebagian besar anggotanya telah menerima pendidikan financial literacy dan financial capability. Sehingga hampir tidak ada anggota yang terjebak dalam kebiasaan konsumtif.

Mikael juga menerangkan, memang ada beberapa kewajiban yang dilonggarkan, namun tidak signifikan dan tidak harus menerbitkan kebijakan khusus. Ganjalannya hanya karena petugas lapangan tidak dapat masuk di sejumlah kampung.

Secara umum kondisi lembaga ini masih tetap aman-aman saja. Bahkan ada anggota yang beranggapan, bahwa menabung di CU disaat seperti ini bagai mendapat tempat berlindung. Untuk mengetahui lebih detil, bisa menghubungi Chief Executive Officer CUKK, Valentinus.

“Hal ini lah yang baru-baru ini ditanyakan juga oleh Bapak Menteri Koperasi Teten Masduki. Pak Teten bahkan menginformasikan, bahwa kementeriannya tengah melakukan reaktivasi usaha. Masih diteliti, sektor apa saja yang di daerah sudah siap dibuka dan dijalankan oleh koperasi,” terang Mikael. (kris lucas)