Sekilas Info

SMA Karya Sekadau Mulai Terima Siswa Baru

Kepala Sekolah SMA Karya Sekadau Drs. Sumardi

SEKADAU, Senentangnews.com - Meski semua Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dihentikan akibat merebaknya wabah covid-19. Tapi, proses pendidikan harus tetap jalan, misalnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Mulai hari ini Jumat (5/6/2020) kita telah resmi membuka pendaftaran siswa baru sampai 11Juli mendatang, meski kita sudah menyediakan sistim daftar secara online, namun bagi calon siswa yang tingal di wilayah yang tidak ada akses internet, kita juga menyiapkan sistim pendaftaran secara manual, namun tetap mengutamakan protokol kesehatan,"kata Sumardi kepala SMA Karya Sekadau kepada awak media Jumat, (5/6/2020) di kantornya.

Dikatakan dia lagi, saat ini setelah proses penerimaan siswa baru, kita masih menungu intruksi dari Pemrov melalui dinas Pendidikan, mengenai formulasi KBM di masa pandemi virus corona saat ini.
Karna sesuai protokol kesehatan yakni sosial distandcing jarak duduk siswa harus 1 sampai 2 meter.

Sementara lanjut Sumardi, dalam satu kelas jumlah peserta didik bervariasi, ada yang 35 orang perkelas, bahkan ada juga yang sampai 40 perkelas. Biasanya, satu meja ditempati dua orang siswa.

Kalau sesuai protokol kesehatan, artinya satu meja tentu tidak boleh ditempati oleh dua orang siswa, mereka harus di jaga jaraknya, nah dengan begitu artinya proses belajar di lakukan secara bergilir, satu kelas di bagi dua.

"Untuk jaga jarak, pastinya satu kelas dibagi dua ship proses belajarnya, kalau sudah begini, artinya KBM dilakukan full day. Terus- terang dengan sistim ini tentu akan ada penambahan biaya bagi sekolah,"ungkap Sumardi.

Karna lanjut dia, guru harus full day mengajar, namun, jam belajar satu mata pelajaran mesti di kurangi, formulasi ini yang masih di cari oleh sekolah, agar tertib dan KBM bisa disesuaikan. dengan protokol kesehatan.

Saat ini lanjut dia, semua proses kegiatan di SMA Karya Sekadau,di lakukan secara online, baik belajar biasa maupun ulangan semester, hanya saja yang sulit tetap saja yang siswa yang tingal diwilayah yang tidak ada akses internat. Mau tidak mau mereka tidak bisa mengikuti pelajaran secara online.

"Untuk menentukan naik atau tidaknya siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran secara online, pihak sekolah menilai dari rekam jejak nilai sebelumnya," pungkasnya. (Tjo)