Sekilas Info

Sadar Social Distancing, Proposal Tentang Acara Gawai Nihil

Yohanes Rumpak saat ditemui di sekretariat pribadinya

SINTANG,SenentangNews.com – Sejak merebaknya Covid-19 di Kalimantan Barat (Kalbar) bulan Maret 2020 lalu, hampir tidak ada kegiatan rapat di DPRD Provinsi Kalbar. Bulan-bulan awal sejak dilantik pada 30 September tahun lalu, DPRD Kalbar Periode 2019-2024 ini disibukan dengan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), disusul dengan kegiatan Reses. Kemudian Pandemi Covid-19 pun melanda Kalbar.

Meski kondisinya seperti itu, kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalbar Yohanes Rumpak, komunikasi dengan konstituen melalui sekretariat pribadi justru meningkat. Dari komunikasi yang meningkat ini lah, Wakil Ketua Komisi IV ini menemukan sesuatu yang menurutnya cukup menarik. Yaitu kesadaran masyarakat pedalaman terhadap social distancing.

Sebagaimana diketahui, di Kalbar ini bulan Mei-Juni adalah bulan-bulan diselenggarakannya Gawai Dayak. Namun hingga awal bulan Juni ini, dari 51 buah proposal yang sudah ada dimejanya, tidak ada satu pun proposal tentang Gawai Dayak. Semuanya tentang bangunan fisik dan infrastruktur.

“Proposal tentang Gawai Dayak nihil. Ini menandakan bahwa masyarakat pedalaman masih mengindahkan anjuran pemerintah. Yaitu tidak membuat kegiatan yang dapat menimbukan kerumunan orang banyak. Mereka yang menyelenggarakan Gawai, menyelenggarakannya di rumah msing-masing,” kata Yohanes, Senin (1/6/2020) di Sintang.

Pria kelahiran dusun Tanah Putih desa Sepulut kecamatan Sepauk ini menambahkan, kesadaran atas berbahayanya Covid-19 ini juga ditandai dengan berdirinya Posko-Posko. Hampir di semua dusun/desa didirikan Posko Covid-19. Secara bergilir para relawan setempat bertugas di Posko dusunnya masing-masing.

“Semoga masyarakat dapat menyesuaikan diri saat memasuki masa New Normal nanti. Dan semoga saja pandemi yang megancam kehidupan manusia ini cepat berlalu,” pungkas Yohanes. (Kris Lucas)