Sekilas Info

Soal Upah Tukang Poskamling Bokak, Ini Kata Tukang

Salah Satu Pos Kamling yang dibangun di pal 9 samping Menterap

SEKADAU|SenentangNews.com- Terkait adanya dugaan mark up pembangunan tiga Poskamling di desa Bokak Sebubum dengan pagu Rp.16,900 menuai kontrversial.

Pasalnya,dana yang digunakan oleh pemdes tidak sesuai dengan matrial yang ada, karna jika di hitung berdasarkan harga pasaran maka jumlah dana yang digunakan mungkin berkisar antara Rp. 2, sampai Rp.2,5 juta saja untuk satu pos.

Sebab, matrial yang digunakan jika di nilai dengan uang mungkin harganya bisa di cek di toko bangunan. Hal ini sesuai dengan apa yang uraikan oleh tukang saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.

Mahdi, salah seorang tukang yang menbangun Poskamling di S. Raya saat ditemui, kepada awak media mengatakan,bahwa ia bersama rekannya Hamdi di suruh oleh pak Purnama kepala desa Bokak Sebubum, untuk mendirikan Poskamling di dusun mereka, untuk satu pos mereka hanya diberi upah kerja borongan sebesar Rp. 5 ratus ribu saja, dibagi dua orang. Maka satu hanya dapat Rp.250 ribu rupiah.

"Kami mengerjakan poskamling itu selama dua hari,dengan luas 2 x 3 cm. Matrial yang digunakan seng ada 10 keping, tiang dari kayu Janang sebanyak 3 batang, kasau sekitar 10 batang, papan sekitar 25 keping," terang Mahdi kepada awak media,Selasa (5/5/2020) di Pondoknya

Menurut berita yang langsir salah satu media online, disitu tertera pernyataan kepala desa Bokak Sebubum, bahwa upah tukang untuk tiga pos sesuai di RAB sebesar, Rp. 2,3 juta, kalau di bagi tiga maka satu pos upah kerja sebesar Rp. 750 rupiah.

Namun, pada kenyataan di lapangan Mahdi dan Hamdi yang mengerjakan pos di dusun Sungai Raya atau Pal 9 Simpang Nanga Mentrap mereka hanya di bayar Rp. 500 ribu saja. Hal ini tentu sudah tidak sejalan dengan RAB yang ada.

"Kita minta agar penegak hukum segera mengecek apakah bangunan itu sesuai dengan RAB, kalau tidak sesuai artinya ada upaya melangar hukum terkait pembangunan poskamling tersebut,"kata salah warga yang nama engan namanya di publikasi, Selasa,(12/5/2020) di Sekadau.

Di konfirmasi kepada kepala desa Bokak Sebubum melalui pesan whaaShap soal upah tukang, tidak ada jawaban. (Tjo)