Sekilas Info

16 Juta Untuk Bangun Pos Kamling, Purnama: Sudah Disetujui Oleh Pemkab

Salah Satu Pos Kamling yang dibangun di pal 9 samping Menterap

SEKADAU I SenentangNews.com- Semua desa berlomba-lomba untuk membangun Pos Keamanan lingkungan (Poskamling) ketika wabah covid-19 melanda negri ini. Bahkan pagu dana yang digunakan bervariasi di setiap desa, ada yang Rp. 5 juta, ada juga yang belasan juta dengan matrial bervariasi pula, ada yang pakai bahan semen,ada juga yang dibangun dengan matrial kayu biasa.

Di desa Bokak misalnya, disitu dibangun tiga Poskamling, yakni di dusun Entada, Ensibau dan dusun S.Raya dari tiga bangunan pos tersebut semuanya tidak diberi plang proyek,sehinga warga bertanya berapa sebenarnya anggaran untuk membangun Poskamling
tersebut.

"Kami tidak tahu berapa pagu dana untuk menbangun pos tersebut, dan berasal dari dana apa? Apakah swadaya atau mengunakan dana dari desa, karna tidak ada plang. Kalau ada plang kita bisa berapa pagunya dan dari anggaran itu di ambil,"kata salah seorang warga yang engan namanya di publikasi, Rabu (6/5/2020) di Sekadau.

Menurut dia, di zaman yang serba terbuka seperti sekarang, berapapun angaran yang gunakan mestinya harus transparan, tujuannya agar semua warga mengetahui jumlah dana yang digunakan untuk membangun. Karna semua warga berhak mengawasi.

Pantauan awak media ini di lapangan, di tiga Poskamling yang di bangun semuanya tidak ada plang. Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan kepala desa Boka Sebubum Purnama.

Pagi sekitar jam 11,00 awak media ini bersama rekannya mengecek tiga pos berserta plang proyek. Ternyata tidak ada, lalu sore melalui pesan whapshap kades Boka mengirim foto pos tersebut berikut plang proyeknya.

Bahkan pantauan media ini, poskamling di dusun Ensibau salah satu atapnya mengunakan seng bekas.

Ketika dikomfirmasi melalui WhaShaap (WA) ia mengatakan, bahwa bangunan Poskamling ada tiga, jadi plangnya hanya kita tempel di satu tempat.

"Pos nya ada 3,plang nya satu jak,dan angaran untuk bangun tiga pos tersebut sebesar 16 juta rupiah, dan jumlah itu sudah di setujui oleh pemerintah,"kata Purnama melalui pesan singkat.

Sementara itu Mahdi, salah seorang pekerja yang menbangun Poskamling di S. Raya ditemui kepada awak media mengatakan, bahwa ia bersama rekannya Hamdi di suruh oleh pak Purnama kepala desa, bekerja dengan upah kerja borongan Rp. 5 ratus ribu per unit, dibagi dua orang. Artinya 250 perorang.

"Kami gerjakan poskamling itu selama dua hari,dengan luas 2 x 3 cm. Dengan matrial yang digunakan seng ada 10 keping, tiang dari kayu Janang sebanyak 3 batang, kasau sekitar 10 batang, papan sekitar 25 keping," terang Mahdi. (Tjo)