Sekilas Info

Balap Liar Disaat Ramadhan, Kusnadi Minta Orangtua Perhatikan Anaknya

Kusnadi

SINTANG | SenentangNews.com- Melanggar aturan iya, penuh risiko kecelakaan lalu lintas juga iya. Tapi, itu semua seolah tertutup dengan selimut kasih sayang orangtua pada anaknya. Setidaknya, ini yang jadi alasan utama para orangtua rela merogoh kocek dengan nilai besar untuk membelikan sepeda motor untuk anaknya.

Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang terpaksa mengajukan kredit pada perusahaan pembiayaan. Parahnya, ada juga yang pinjam koperasi. Tapi bagi orangtua yang punya penghasilan cukup, mungkin menghadiahkan anak satu unit sepeda motor dengan tipe trendi adalah hal yang biasa. Tanpa pengorbanan yang besar.

Mereka rata-rata  menggunakan sepeda motor ketika berangkat  ke sekolah. Pasalnya, sesuai Undang-Undang  No 22 tahun 2009 Tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan bahwa untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) pengendara harus memenuhi  persyaratan usia, administrasi, kesehatan dan lulus ujian. Bagi yang cukup umur 17 tahun baru bisa memiliki SIM C dan bisa mengendarai sepeda motor (R2) dan 18 tahun untuk SIM A untuk mobil (R4).

Untuk itu Anggota DPRD Sintang Kusnadi berpesan kepada pemuda yang belum cukup umur agar tidak menggunakan motor pada saat berpergian. Dirinya juga menghimbau kepada orang tua agar senantiasa memantau perkembangan anak apalagi dalam hal pengenalan kendaraan seperti motor, semua itu untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan lalu lintas.

“Belikan motor gampang, akan tetapi kita tidak bisa memantau anak-anak apabila sedang menggunakan kendaraan di jalan raya. Apalagi sekarang Ramadhan disaat pandemi Covid-19 jadi kita sama-sama mawas diri,”katanya.

Terhadap penertiban balap liar di seputaran tugu BI dan Lintas Melawi yang dilakukan oleh jajaran Satlantas Sintang , Kusnadi menilai upaya penertiban yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah maksimal.

"Kami tetap mengapresiasi petugas yang selama ini berupaya menertibkan aksi balap liar saat Ramadhan,”jelasnya.

Kusnadi juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orangtua untuk mengawasi kegiatan anaknya baik di rumah maupun di luar rumah serta memastikan mereka tidak terlibat aksi balap liar.

"Mengingat aksi balap liar ini biasanya berlangsung subuh hari, tentu masyarakat harus benar-benar teliti ketika mengizinkan anaknya keluar rumah.  Apalagi sekarang ini sedang pandemi Covid-19. Seharusnya anak-anak kita berada di rumah dan bukan sebaliknya,”tukasnya. (bny)