Sekilas Info

Kesadaran Masyarakat Membuang Sampah Minim

Ilustrasi

Ilustrasi
Ilustrasi

SINTANG I Senetang news.com-Tumpukan sampah masih menjadi masalah di Sintang hingga saat ini. Apalagi, selama bulan suci Ramadan, tingginya volume limbah rumah tangga menambah kian ruwet penuntasan persoalan tersebut.

Hal itu diakui Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK) Kabupaten Sintang, Martin Nandung. Dia mengakui, sejauh ini pihaknya masih kewalahan mengendalikan volume sampah di Sintang. Volume sampah setiap hari tak berkurang, tetapi justru meningkat signifikan.

Martin memaparkan, total volume sampah yang dihasilkan oleh seluruh warga Sintang mencapai 150 meter kubik, sedangkan pihaknya masih terbatas dalam menampung ke Tempat Pembuangan Akhir yang kian sempit.

"Masalah utamanya ada pada kekurangan tenaga pengangkut sampah dan kapasitas TPA yang masih minim," katanya.

Dia mengungkapkan, ada beberapa opsi untuk mengendalikan penumpukan sampah. Satu diantaranya adalah menambah tenaga pengangkut dan Tempat Pembungan Akhir. DKPPK berencana akan menambah TPA yang mana saat ini hanya berbagantung di wilayah nenak Kilometer 7 kecamatan sungai tebelian.

"TPA yang ada belum dapat menampung semua sampah yang terdapat di Sintang, sebab itu kita akan membuat TPA baru di kawasan jerora yang memiliki lahan seluas 20 hektar. Sesuai Undang-undang itu cukup memadai untuk sebuah TPA,"katanya.

Ia juga menambahkan, jumlah alat pengangkut sampah yang dimiliki DKPP tidak berubah. Pihaknya hanya mempunyai 24 truk amrol, dan 9 dump truck. Angkutan itu beroperasi mengangkut sampah di pasar-pasar tradisional, Juga, beberapa wilayah dan sejumlah perumahan.

Selain itu, Martin juga masih menyayangkan akan perhatian warga yang belum tertib membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah lewat perda sampah.

"Kita sudah tentukan jadwal buang sampah dari pukul 18.00 hingga 06.00, namun masih saja ada warga yang membuang pada siang hari,"tukasnya(bny)