Sintang-Semubuk Tambah Aspal 6 KM

406
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Yohanes Rumpak, nampak berbicara serius dengan Kadis PUPR Provinsi, Sukri

SINTANG | SenentangNews.com- Untuk Jalan Provinsi ruas Sintang-Semubuk sepanjang 58,7 Km, di tahun anggaran 2020 ini akan mendapat pengaspalan sepanjang 6 Km melalui APBD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Pengaspalan baru ini untuk menyambung aspal yang sudah dikerjakan oleh dana APBN pada tahun anggran 2018 lalu.

Informasi ini, diperoleh dari Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalbar, Sukri, saat dirinya mendampingi rombongan Komisi IV DPRD Kalbar yang melakukan kunjungan lapangan di ruas Sintang-Simbak, hari Selasa (14/1/2020).

Menurut Sukri, peninjauan di ruas ini meliputi tiga lokasi. Yaitu lokasi kegiatan proyek pelebaran, peninggian jalan dan pelapisan permukaan dana APBD Kalbar tahun anggaran 2019. Kemudian meninjau lokasi proyek pengaspalan dana APBN tahun 2018, dan terakhir ke lokasi rencana proyek APBD Kalbar tahun anggaran 2020.

“Proyek APBD Kalbar tahun 2020 ini, posisinya menyambung aspal yang sudah ada, sepanjang 6 Km. Untuk tahun 2020 ini, ruas Sintang-Semubuk mendapat anggaran sebesar 29,461 Miliar,” ungkap Sukri.

Sebagian rombongan ketika berada di satu titik lokasi ruas Sintang – Semubuk

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Yohanes Rumpak, menjelaskan bahwa apa yang mereka lihat pada penanganan tahun 2019, hasilnya adalah fungsional. Di tahun 2020 akan ada penambahan dari yang sudah dilaksanakan tahun 2019, targetnya adalah fungsional. Paling tidak masyarakat dapat melewati jalan tersebut.

Menurut Yohanes, DPRD Kalbar sudah menganggarkan, termasuk untuk jalur Kayan pada ruas Simpang Medang – Nanga Mau dan ruas Tebidah – Bunyau. Namun kesulitan karena total panjang jalan di wilayah timur Kalbar ini ada 543,98 Km. Sementara yang dapat dianggarkan untuk tahun 2020 ini masih minim. Namun diharapkan akan ada peningkatan di tahun-tahun berikutnya.

“Peningkatan dan pemeliharaan jalan dan jembatan ini, adalah bagian dari mendukung program pemerintah terutama Visi-Misi Gubernur Kalbar, untuk mendorong lahirnya desa-desa mandiri. Jika infrastruktur jalan dan jembatannya bagus, pergerakan ekonomi masyarakatnya juga pasti bagus. Dalam kondisi seperti itu, diharapkan akan bermunculan desa mandiri,” tutur Yohanes. (lcs)