Sekilas Info

Komisi IV dan Kadis PU Provinsi Tinjau Jalan Sintang – Semubuk

Rombongan saat berada di batas aspal APBN tahun anggaran 2018 dengan rencana aspal APBD Provinsi tahun anggaran 2020

SINTANG | SenentangNews.com- Dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Yohanes Rumpak, tujuh orang Anggota Komisi IV DPRD Kalbar melakukan kunjungan lapangan ke wilayah timur Kalbar. Tujuan utamanya adalah untuk melihat langsung kondisi terkini infrastruktur jalan dan jembatan.

Rombongan Komisi IV ini terdiri dari Yohanes Rumpak, Gregorius Herkulanus Bala, Budi Basadi, Suyanto Tanjung, Muhammad Rizka Wahab, Arif Joni Prasetyo dan Fransiskus Ason. Karena Komisi IV salah satunya membidangi infrastruktur jalan dan jembatan, para wakil rakyat tersebut didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalbar, Sukri yang membawa serta sejumlah staf teknis.

Rombongan sempat meninjau salah-satu titik kerusakan di ruas Sintang - Semubuk

Kunjungan berlangsung selama tanggal. 14-16 Januari. Sasaran di hari pertama menuju ruas Sintang – Semubuk. Di hari kedua, rombongan menuju ruas Simpang Medang - Nanga Mau, setelah itu sebagian rombongan meninjau ruas Tebidah - Bunyau.

Pada ruas Sintang-Semubuk, peninjauan meliputi lokasi proyek pengaspalan tahun anggran 2018 dana APBN, lokasi proyek APBD Provinsi tahun anggran 2019, dan pada ruas yang mendapat anggaran APBD Provinsi di tahun 2020.

Di ruas Simpang Medang-Nanga Mau, rombongan sempat memeriksa proyek tahun anggaran 2019. Kemudian lokasi proyek lanjutan ruas Nanga Mau - Tebidah dan ruas Tebidah Bunyau untuk anggaran tahun 2020. Ada tiga penangan di sepanjang jalur ini, yaitu di ruas Simpang Medang – Nanga Mau, Nanga Mau – Tebidah dan Tebidah - Bunyau.

Rombongan menemukan sejumlah jembatan yang kondisinya telah rusak berat. Yaitu jembatan sungai Seliau di Merimpit, jembatan sungai Kelangau Dua dan jembatan sungai Kelangau Tiga di Desa Jaya Sakti Kecamatan Kayan Hilir. Tim teknis PUPR langsung melakukan pendataan dan pengukuran.

Menurut Sukri, panjang ruas jalan provinsi se Kalbar ada 1.534,75 Km yang terdiri dari 49 ruas. Disepanjang jalan provinsi ini, terdapat 1.200 buah lebih jembatan dengan bentang bervariasi dan konstruksi yang berbeda.

Ditempat yang sama Yohanes mengatakan, bahwa semua ruas yang ditinjau ini, adalah jalur vital bagi pergerakan orang, barang dan jasa. Karenanya penting dilihat kondisi riil-nya. Tujuan kunjungan lapangan ini, paling tidak ada beberapa hal. Pertama, untuk memastikan kondisi sebenarnya. Mengevaluasi pekerjaan sebelumnya dan sebagai bahan untuk melakukan perencanaan tahun-tahun mendatang.

Kedua, melihat pendekatan pembangunan selama ini yang bersifat parsial. Sebagai contoh jalan Sintang - Semubuk dengan panjang 58,70 Km, tahun ini hanya di anggarkan untuk pelapisan aspal sepanjang 6 Km. Kasarnya, butuh waktu 10 tahun lagi untuk memastikan jalan ini menjadi jalan yang baik bagi pergerakan orang, barang dan jasa. Ini pun dengan asumsi pekerjaan tahun-tahun sebelumnya tidak rusak kembali. Kita kehilangan potensi ekonomi 10 tahun disini. Nah pendekatan pembangunan seperti ini, merugikan semua pihak terutama masyarakat di sekitar atau pemanfaat ruas jalan tersebut.

Ketiga, untuk melakukan sinkronisasi, sinergisitas dan persamaan persepsi antara eksekutif dan legislatif. Kita semua harus memiliki pemahaman yang sama untuk bisa mempercepat pembangunan terutama infrastruktur. Kita semua sangat paham bahwa kawasan ini harus tumbuh lebih cepat dari sebelumnya.

“Ini baru berbicara tentang kondisi di Kabupaten Sintang. Belum lagi kondisi di kabupaten-kabupaten lainnya,” pungkas Yohanes. (lcs)