Sekilas Info

WIDIH…Satu Pengusaha Tindak Pidana Perpajakan di Sintang Ditahan

Perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Barat Saat Menggelar Konfrensi Pers di Aula Kajari Sintang

SINTANG | SenentangNews.com- Ini peringatan keras bagi pengemplang pajak di bumi Senentang. Terbukti Kejaksaan Negeri Sintang menahan salah satu pengusaha asal Kabupaten Sintang yang terbukti nakal melakukan tindakan pidana perpajakan. Kasus tersebut berdasarkan temuan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Barat pada tahun 2015 silam.

Kasus itu dilakukan oleh A alias AMA. Dia terbukti melakukan penggelapan pajak sebesar Rp Rp 443 juta, dengan modus melakukan pemungutan dari perusahaan rekanannya. Uang hasil pungutan tersebut lantas tak disetorkannya ke kas negara.

“Tersangka A ini modusnya memungut setoran dari rekanannya, tapi setoran tersebut tidak disetorkan ke kas negara sejak awal 2015 sampai akhir desamber 2015 yang lalu,”kata Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelejen dan Penyelidikan (P2IP) Kanwil DJP Kalbar Swartko saat menggelar press rilis di Kejari Sintang, Rabu (15/1/2010).

Menurut Swarkto tersangka A merupakan direktur CV.TSM sebuah perusahaan yang bergerak di bidang land clering di kabupaten Melawi. Dia memungut pajak dari hasil rekannya yang tidak disetorkan ke kas negara.

“Tersangka A terbukti melanggar pasal 39 ayat (1) huruf b dan huruf g Undang-Undang Nomor 16/2000 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dengan hukuman penjara maksimal 6 tahun,”Jelasnya.

Kepala kantor KPP Pratama Sintang Dudung Kurniawan mengatakan sebetulnya pihanya sudah melakukan tindakan persuasif terhadap tersangka namun tersangka tidak ada itikad baik terhadap kasus ini.

“Padahal sudah kita lakukan tindakan persuasif sampai batas wakti yang sudah ditentukan tetapi hal tersebut tidak diindahkan. Makanya kita lanjutkan ke proses hukum,”tandasnya.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sintang, Asep Subhan menyampaikan pihaknya telah menerima berkas dari penyidik Kanwil Kalimantan barat. Menurutnya pihaknya akan secepatnya melakukan persidangan.

“Akan kita lakukan secepatnya meskipun perkarannya terkait pajak,”jadi kawan-kawan pers bisa mengikuti perkembangan selanjutnya,”jelasnya.

Menurut Asep penegakan hukum bukan hanya keberhasilan sebanyak-banyaknya akan tetapi bagaimana sekarang masyarakat lebih taat pajak. Terutama dalam hal sosialisasi terhadap masyarakat maupun perusahaan.

“Jadi jangan sampai mereka tidak tahu kewajibannya membayar pajak. Jadi kita harapkan masyarakat lebih taat pajak supaya kasus seperti ini tidak terulang kembali,”tukasnya. (bny)