Aksi Damai Bela Peladang Berakhir Kondusif, Kapolres Sintang : Kita Harap Mereka Mendapatkan Keadilan

855
Kapolres Sintang yang turun langsung melakukan pengamanan. (Foto : Billy)

SINTANG | SenentangNews.com – Aksi damai yang dilakukan oleh ribuan massa untuk membela enam terdakwa yang terkena kasus Kebakaran Hutan dan Lahan, yang digelar di depan Pengadilan Negeri Sintang berakhir dengan aman dan kondusif, Kamis (21/11/2019).

Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi menyampaikan bahwa pelaksanaan aksi yang dilakukan massa berlangsung dengan lancar, tertib dan kondusif.

“Kami dari Polres Sintang mengucapkan terimakasih kepada rekan semua sehingga semuanya berjalan aman, tertib dan kondusif,” ucapnya.

Kapolres Sintang berharap tuntutan massa mengenai enam terdakwa agar dapat dibebaskan dapat terpenuhi melalui proses hukum yang ada di Pengadilan.

“Kita berharap mereka semua mendapatkan keadilan melalui proses yang ada di Pengadilan,” singkatnya.

Anggota DPRD Sintang yang turun langsung memberikan dukungan kepada enam peladang pada persidangan kedua di PN.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Billy Welsan yang turun langsung bersama sejumlah anggota DPRD Sintang untuk mengawal proses persidangan mengapresiasi kinerja dari Polres Sintang dan TNI yang telah menjaga jalannya aksi damai yang dilakukan oleh warga pembela enam peladang yang menjadi terdakwa kasus Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Ada ratusan personil yang diturunkan untuk menjaga aksi damai tersebut sehingga aksi berakhir dengan kondusif dan tidak menimbulkan permasalahan baru,” ujarnya.

Billy Welsan mengaku bangga dengan keberanian Kapolres Sintang yang terjun langsung di tengah massa yang sedang menjalankan aksi damai untuk meredakan suasana.

“Saya pribadi merasa bangga dengan Bapak Kapolres Sintang. Saya melihat langsung beliau turun ke lapangan, di tengah-tengah massa untuk melihat, mengawasi aksi dan menenangkan massa yang sedang menggelar aksi damai tersebut,” tuturnya.

Billy Welsan juga mengucapkan terimakasih kepada warga yang melakukan aksi damai di depan Pengadilan Negeri Sintang karena tak bertindak anarkis.

“Saya rasa warga masyarakat kita sudah mengerti, sadar dan peduli hukum sehingga tak ada lagi anarkis seperti yang digembar-gemborkan di media sosial,” pungkasnya. (Uli)