Banyak Peternak Ayam Hanya Bertahan Semusim

424
Mastur Efendi

SINTANG | SenentangNews.com – Pernah menjadi peternak ayam yang lumayan besar, sekarang tinggal memperlihatkan sebuah kandang yang cukup besar dalam keadaan kosong. Begitu nasib yang dialami Mastur Efendy, warga Desa Merarai Satu Kecamatan Sungai Tebelian. Pria kelahiran Blitar Jawa Timur 47 tahun lalu ini, kesehariannya aktif dalam Kelompok Tani.

Menurut Mastur, Minggu (17/11/2019), berternak ayam potong itu perhitungannya harus matang. Terutama dalam mencermati dan memonitor harga pakan di pasar. Jangan sampai setelah memasarkan ayamnya, kemudian tidak mampu membeli pakan untuk daur selanjutnya. Jangan sampai akhirnya harus mengurangi takaran pakan, atau menambahkan pakan lokal. Perlakuan ini dapat berakibat pertumbuhan ayam menjadi tidak normal.

“Banyak yang menganjurkan, jika harga pakan naik agar turut dinaikan juga harga ayamnya. Persoalannya, jika harga ayam potong naik pemerintah sibuk melakukan Sidak dan operasi pasar. Sementara jika harga pakan yang naik pemerintah diam-diam saja, bahkan terkesan tidak berdaya,” ucap Mastur.

Mastur menambahkan, bahwa peternakan yang masih bertahan adalah peternak yang bernaung di sebuah perusahaan. Peternak hanya menyiapkan kandang, sementara bibit ayam dan pakan dipasok oleh perusahaan. Peternak yang seperti ini pun banyak yang telah tutup. Karena jika dihitung-hitung, penghasilan si peternak sama dengan hanya mendapat upah memelihara saja. Peternak lainnya yang masih bertahan, adalah pemain lama yang memang usahanya sudah besar sekali.

Akhun

Hal serupa juga dialami oleh mantan peternak lainnya bernama Akhun. Menurut warga Desa Solam Raya yang juga di Kecamatan Sungai Tebelian ini, di desanya banyak warga yang budidaya ikan air tawar. Ada ratusan kolam ikan di Solam Raya. Sementara, dirinya selain juga memiliki kolam ikan juga mencoba usaha lainnya, yaitu berternak ayam potong. Namun Akhun hanya bisa bertahan dua kali daur, penyebabnya juga harga pakan yang terus meroket.

“Nasib petani padi pun sepertinya sama saja. Jika harga beras tinggi, pemerintah sigap sekali melakukan operasi pasar. Namun sepengetahuan saya, selama ini belum pernah ada operasi pasar untuk pupuk,” kata Akhun. (lcs)