Simulasi UNBK SMP Tahap 1 Dimulai, Ernawati : Kendala Kita Jaringan Internet

424
Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Sintang meninjau pelaksanaan simulasi UNBK Tahap 1 di SMP Panca Setya 2 Sintang

SINTANG | SenentangNews.com –  Sebanyak 44 SMP/Mts di Kabupaten Sintang mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Ernawati mengungkapkan bahwa pelaksanaan simulasi merupakan upaya untuk mempersiapkan siswa terutama peserta UNBK untuk dapat mengikuti pelaksanaan ujian dengan baik.

“Karena banyak sekolah, maka simulasi tahap satu ini kita bagi menjadi dua periode, untuk tanggal 4-8 November ini ada 13 SMP/Mts yang mengikuti simulasi, sementara 31 SMP/Mts lainnya akan melakukan simulasi tahap satu pada tanggal 11-15 November mendatang,” ujarnya kepada SenentangNews.com, Rabu (6/11/2019).

Ernawati mengatakan masih ada kendala yang ditemukan bahkan saat simulasi tahap satu ini, yaitu jaringan internet yang kerap hilang sehingga mempengaruhi siswa dalam mengerjakan soal.

“Ini yang akan kita upayakan. Kita akan lakukan koordinasi dengan pihak Telkom dan juga PLN agar kendala yang demikian tidak terjadi kembali saat pelaksanaan simulasi UNBK pada tahap berikutnya,” katanya.

Pada kesempatan ini, Ernawati juga menyampaikan bahwa pelaksanaan UNBK tahun pelajaran 2019/2020 ini masih ada sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri di sekolahnya.

“Ada beberapa sekolah yang geografisnya jauh dan sarana serta prasarana tidak memadai untuk dilakukan UNBK secara mandiri. Jadi, beberapa sekolah tersebut masih menumpang di sekolah lain,” tuturnya.

Ernawati mengatakan bahwa ada 136 sekolah yaitu 121 SMP dan 15 Mts yang akan mengikuti Ujian Nasional. Untuk sekolah yang mengikuti UNBK 30 SMP dan 15 Mts, sedangkan yang mengikuti Ujian Nasional kertas Pensil (UNKP) ada 91 SMP.

“Untuk siswa yang mengikuti UNBK ada 2.687 siswa SMP dan 707 siswa Mts. Sedangkan untuk yang mengikuti UNKP ada 4208 siswa SMP. Jadi totalnya ada 7.602 siswa SMP/Mts yang akan mengikuti UN,” pungkasnya. (Uli)