Pulang Kampung, Rupinus Bertemu Pelancong Dari Belanda

286

SEKADAU | SenentangNews.com – Bupati Sekadau Rupinus, ketika pulang ke Sekadau setelah mengikuti misa kudus hari arwah dan sekaligus meninjau pengerjaan proyek bronjong di dusun Kenabu, di jalan tanpa terduga beliau berjumpa dengan bebwrapa orang wisatawan asal Belanda.

Perjumpaan secara tidak sengaja ini tepat di depan gereja Katolik Stasi Pantok arah pulang menuju Sekadau. Usut punya usut rupanya wisatawan asing asal belanda itu juga bersiap siap pulang ke Sintang setelah mengunjungi objek wisata Botu Jato.

Melihat ada turis, Bupati langsung turun dari mobil dinas yang ditumpanginya dan menemui para turis tersebut.

“Welcome to pantok,” sapaan ramah bupati sekadau menyapa wisatawan asal belanda tersebut, mengunakan bahasa Inggris. Kemudian satu orang turis menjawab  thank you mister. Bupati Rupinus kembali menanyakan turis asal belanda itu dengan bahasa inggris lagi, you come froom. Turis itu menjadi lagi we come froom  belanda.

Lagi bupati bertanya dengan ketiga wisataan itu “you can spake indonesian, turis itupun menjawab no.

Bupati menjelaskan kepada ketiga turis dan dua orang pemandu wisata itu bahwa dirinya berasal dari desa Pantok.

“saya hari ini pulang kampung untuk sembayang arwah untuk orang tua kami yang telah dipanggil tuhan,” ucap Bupati.

Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada wisatawan asing asal Belanda yang telah mengunjungi wisata Botu Jato Pantok.

Terima kasih juga kepada pemandu yang telah mengantarkan ketiga wisatawan asal belanda inu ke objek wisata Botu Jato. Untuk diketahui bahwa Objek Wisata  Botu Jato dusun Pantok kecamatan Manga Taman Jumat 2 November 2019 dikunjungi oleh wisatawan asing asal belanda.

Jumlah mereka ada lima orang, tiga diantaranya wisatawan asal belanda dan dua orang lainnya adalah tour guide asal Kabupaten Sintang. Tiga dari wisatawan belanda itu satu diantaranya berjenis kelamin perempuan. Nama mereka masing-masing Hugo dan Corney.

Kunjungan wisatawan asal belanda di objek wisata Botu Jato ini menggunakan jenis mobil innova. Menurut tour guide asal sintang ini, mereka menghabiskan waktunya di objek wisata Botu Jato ini kurang lebih dua jam.

“Mereka sangat menikmati betul suasana alam wisata Botu Jato. Selama kurang lebih dua jam saya bersama mereka di Batu Jato ini,” ujar pemandu asal sintang ini.

Perjumpaan singkat itu berlangsung selama kurang lebih 5 sampai 10 menit. (Sutarjo)