Upah Minimum Kabupaten Sintang Segera Ditetapkan

338
Hatta, Kadisnakertrans Sintang

SINTANG | SenentangNews.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sintang seakan tengah berlari marathon dalam rencana menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tahun 2020. Setidaknya ada dua agenda yang berdekatan waktunya. Tanggal. 1 November, menggelar rapat Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit. Kemudian pada 5 November nanti, akan ada pembentukan Dewan Pengupahan dan Sekretariat Dewan Pengupahan Kabupaten Sintang, sekaligus menentukan besaran UMK Sintang Tahun 2020.

Menurut Kadisnakertrans Kabupaten Sintang, Hatta, hari Jumat (1/11/2019), Rapat LKS Tripartit ini dihadiri oleh tiga pihak yang paling berkompeten; pihak Disnakertrans sebagai unsur pemerintah, unsur pengusaha, dan dario unsur Serikat Pekerja atau Serikat Buruh. Hal-hal pokok yang akan dibahas, selain tentang UMP juga tentang isu ketenagakerjaan di Kabupaten Sintang.

Isu ketenagakerjaan di Kabupaten Sintang ini, meski banyak perusahaan yang bergerak disektor perdagangan dan jasa, namun yang paling berpengaruh adalah sektor perusahaan perkebunan kelapa sawit. Di Sintang ini, setidaknya ada 64 perusahaan tempat bernaung puluhan ribu pekerja. Karenanya, fluktuatif harga ekspor CPO sangat berpengaruh terhadap pasang-surutnya kesejahteraan para pekerja. Sementara, pemerintah tidak menghendaki terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Masih kata Hatta, aneka kiat dilakukan perusahaan dalam menghadapi anjloknya harga CPO. Mulai dengan mengurangi upah dan fasilitas pekerja para manager, membatasi dan menghapus kerja lembur pekerja, mengurangi jam kerja serta hingga merumahkan pekerja secara bergilir.

“Terkait UMK, Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat No. 585/DISNAKERTRANS/2018 tentang Upah Minimum Kabupaten Tahun 2019, untuk UMK Kabupaten Sintang ditetapkan sebesar Rp. 2.393.000,- Dan untuk tahun 2020, harus harus ada kenaikan minimal delapan persen. Hal ini lah yang akan dibahas pada rapat tanggal. 5 November nanti,” ungkap Hatta. (lcas)