Minim Lapangan Kerja, Picu Maraknya PETI

277
Nikodemus

SINTANG | SenentangNews.com – Permasalahan Penambangan Tanpa Izin (PETI) menjadi polemik dari tahun ke tahun. Solusi yang diberikan oleh Pemerintah pun dianggap bukan penyelesaian terbaik bagi mereka yang sehari-hari bergantung pada penghasilan penambangan tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nikodemus mengungkapkan bahwa saat ini banyak sekali penambangan di wilayah Kabupaten Sintang yang tidak memiliki ijin. Terlebih lagi, untuk mengeluarkan ijin pertambangan tidak lah mudah karena sudah diatur dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup mengenai daerah yang diperbolehkan untuk melakukan penambangan.

“Saya rasa yang melakukan penambangan di sungai ini tidak ada ijin, namun itu pekerjaan. Saya yakin pemerintah sudah mencari solusi namun lokasi yang dapat diberikan ijin biasanya adalah daerah yang tidak ada emas,” ujarnya kepada SenentangNews.com, Senin (28/10/2019).

Nikodemus mengungkapkan maraknya penambangan tanpa ijin di Kabupaten Sintang dikarenakan salah satunya adalah tak tersedianya lapangan pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Jika satu KK (Kepala Keluarga) mereka bisa memiliki perkebunan karet sebanyak 2 hektare tentu sudah mencukupi kebutuhannya. Atau, ada lapangan pekerjaan yang layak dan tetap, maka penambangan tanpa ijin tersebut tidak akan diminati,” katanya.

Nikodemus mengatakan bahwa pihaknya mendorong pemerintah untuk terus membuka atau menyediakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat guna meminimalisir terjadinya penambangan yang akan merusak lingkungan.

“Ada banyak dampak yang diakibatkan oleh maraknya pertambangan. Ini menjadi PR kita semua, dan tentu saya akan mendorong pemerintah menemukan solusi yang tepat dan bijak dala menangani hal tersebut,” pungkasnya. (Uli)