Tak Hadiri Aksi 30 September, DPRD Sintang Undang Perwakilan Mahasiswa

503
DPRD Sintang berikan mahasiswa ruang untuk dialog mengenai aspirasi yang disampaikan pada aksi 30 September lalu.

SINTANG | SernentangNews.com – Dua orang perwakilan mahasiswa yang melakukan aksi damai di Gedung DPRD Kabupaten Sintang pada tanggal 30 September 2019 lalu mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Sintang untuk memenuhi undangan spontan yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Sintang, Senin (7/10/2019).

Dua orang perwakilan mahasiswa tersebut adalah Julian Satria Putra, ketua Umum Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyyah Sintang dan Aldo Topan Rivaldi yang merupakan korlap aksi damai tersebut disambut langsung oleh dua anggota DPRD Kabupaten Sintang yaitu Santosa dan Billy Welsan.

“Mereka sengaja kita panggil agar kita bisa mendengarkan langsung apa yang menjadi aspirasi mereka. Hal itu mengingat saat aksi damai dilakukan tak ada satupun anggota DPRD Kabupaten Sintang yang dapat ditemui di Gedung Rakyat ini maka hari ini kita berikan ruang,” ujar Santosa.

Ia mengungkapkan saat aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa, seluruh anggota DPRD Kabupaten Sintang secar protokoler sudah terjadwal ke Kementerian Dalam Negeri untuk mengikuti kegiatan di sana.

“Tak ada unsur kesengajaan dari kita untuk tidak bertemu dengan mahasiswa. Kita sudah memiliki jadwal sehingga tidak bisa dibatalkan. Inilah kenapa hari ini kita undang mereka agar bisa mendengar langsung apa yang menjadi aspirasinya,” ucapnya.

Santosa juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menjadwalkan kembali pertemuan kembali dengan mahasiswa karena harus ada klarifikasi secara formal.

“Kita akan koordinasi dengan Ketua DPRD dan rekan-rekan lainnya setelah itu baru kita akan susun jadwal ulang,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Billy Welsan. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin masyarakat jera untuk menyampikan aspirasinya kepada DPRD Kabupaten Sintang mengingat banyak hal yang harus dilakukan oleh DPRD Kabupaten Sintang dengan berdasarkan aspirasi dari masyarakat.

“Kami ini bukan lari, kami menjalankan tugas. Surat tugas kami sudah keluar terlebih dahulu baru surat ijin aksi mereka keluar. Ini sudah kami sampaikan kepada mereka dan mereka menyambut baik serta dapat menerima hal tersebut,” ungkapnya.

Julian Satria Putra mengungkapkan bahwa pihaknya diundang secara spontan melalui telepon oleh DPRD Kabupaten Sintang untuk menyampaikan aspirasi yang dilakukan pada aksi damai beberapa waktu lalu.

“Ada beberapa hal kita sampaikan salah satunya adalah mengenai permasalahan Karhutla. Repon mereka cukup baik. Nanti akan ada jadwal pertemuan secara formal yang nantinya akan membahas secara keseluruhan aspirasi yang kami sampaikan,” pungkasnya. (Uli)