Launching Buah Lokal Agropolitan, Petani Buah Keluhkan Sulitnya Pemasaran

298
Dewan DPN HKTI melakukan launching buah lokal agropolitan Al Ma'arif dengan memetik belimbing

SINTANG | SenentangNews.com – Di Kabupaten Sintang ada beberapa perkebunan buah yang memiliki hasil yang cukup potensial namun masih belum mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten. Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah petani saat launching buah lokal agropolitan Al Ma’arif dikebun jambu kristal dan belimbing Desa Ransi, Kecamatan Sungai Tebelian, Rabu lalu (2/10/2019).

Salah satu petani buah di Sungai Tebelian mengungkapkan bahwa dirinya memilki perkebunan jeruk yang sangat potensial namun masih bingung harus menyalurkan atau menjual jeruk tersebut. Pasalnya, di Kabupaten Sintang lebih banyak memasok jeruk dari Pontianak dan Sambas.

“Jeruk yang saya tanam dua tahun lalu sudah berbuah dan cukup banyak, tapi saya bingung mau memasarkan kemana. Saya berharap Pemerintah Kabupaten Sintang bisa membantu untuk proses pemasarannya dan juga saya minta ada bantuan untuk pupuk dan lainnya. Tentunya kita berharap bantuan dari Pemerintah mampu meningkatkan kesejahteraan petani buah,” ujarnya.

Salah satu petani buah dari Desa Merarai, Mastur Effendy juga menyampaikan bahwa perkebunan kakau sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Sintang bahkan menjadi salah satu komoditi alternatif selain perekebunan sawit dan karet.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sintang bisa memberikan bantuan dana dan ilmu kepada petani agar bisa membudidayakan dengan baik. Karena ilmu tanpa biaya juga akan sulit, begitupula sebaliknya,” katanya.

Sugiarto, salah satu pengurus Koperasi di Wilayah Tebelan dan Tempunak yang membawahi 12 koperasi berbadan hukum, 278 kelompok tani dan 19 desa. Ia mengungkapkan kebingungan para petani buah dalam memasarkan hasil panen lambat laun akan membuat petani mundur perlahan.

“Sebelumnya petani di sini menanam karet dan sawit yang sudah sangat tua dan harus segera dilakukan penebangan atau peremajaan, itu sudah menurunkan perekonomian masyarakat. Adanya beberapa perkebunan buah yang cukup potensial namun bingung akan pemasarannya jua akan membuat petani buah akan merasa kesulitan. Kami berharap ada solusi yang bisa diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menangani masalah ini,” ucapnya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengucapkan terimakasih kepada petani yang telah berupaya dalam meningkatkan perekonomian keluarga dan tentunya juga meningkatkan perekonomian suatudaerah.

“Nanti akan kita bahas dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang sehingga bisa memberikan bantuan dan pendampingan sehingga usaha ini mampu berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Dewan Pakar DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Pardamean Simanjuntak yang melakukan launching buah lokal agropolitan dengan melakukan pemetikan buah belimbing juga mengatakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani buah alangkah baiknya melakukan berbagai koordinasi dan kerjasama dengan banyak pihak sehingga mampu mengubah ketertarikan konsumen secara kontinu.

“Sebab, kalau kita hanya menjual jambu saja maka saingannya terlalu banyak namun jika kita ubah menjadi makanan kemasan atau alat kosmetik atau sejenisnya maka akan memberikan nilai lebih,” pungkasnya. (Uli)