Jarot: Pancasila Harus Tetap Dimalkan

313
Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halam Kantor Bupati Sintang

SINTANG | SenentangNews.com- Bupati Sintang Jarot Winarno bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019 yang berlangsung di Halaman Kantor bupati Sintang, Selasa (1/10/2019).

Selain Jarot, turut hadir Seketaris Dewan, Marchus Afen dan seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sementara peserta upacara terdiri dari anggota TNI, Polri, Korpri, serta perwakilan pelajar se-Sintang.

Bupati Sintang Jarot Winarno dalam sambutannya mengatakan, nilai-nilai kesaktian Pancasila harus diwujudkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila ini sudah teruji melalui berbagai hambatan dan persoalan dalam negeri.

“Hari kesaktian Pancasila ini harus dijadikan sebagai wadah instropeksi diri. Bahwa siapapun yang mencoba menggoyahkan Pancasila akan dilawan oleh rakyat,” kata Jarot.

Jarot menambahkan, hari kesaktian Pancasila bukan sekedar kegiatan seremonial. Tetapi, harus dijadikan sebagai wadah memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Diharapkan ini bukan hanya sekedar kegiatan upacara saja. Tetapi, harus dijadikan sebagai wadah sosialisasi terhadap nilai-nilai kebangsaan untuk memperkuat Pancasila,” ujar dia.

Jarot mengungkapkan, Pancasila sebagai ideologi negara tidak boleh dirubah. Diharapkan, masyarakat bersama bergandengan tangan untuk melawan orang-orang yang ingin mengobrak-abrik Pancasila.

“Pancasila harus dijaga. Pancasila adalah ideologi negara. Ideologi ini tak boleh dirubah oleh siapapun. Tugas kita bersama untuk menjaga itu dan saling memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” bebernya.

Masih kata Jarot pancasila sebagai dasar penguatan karakter bangsa menuju indonesia maju dan bahagia merupakan tema yang harus dihayati bersama sehinnga pengamalkan pancasila melalui upaya yang terpadu dan terus menerus, agar lahir sosok karakter bangsa yang mampu menghadirkan ke-indonesia-an maju dan sekaligus bahagia.

“Karakter bangsa merupakan tabiat, watak, sifat kejiwaan atau budi pekerti yang tumbuh pada suatu bangsa, yang tercermin pada sikap dan perilaku yang membedakan dengan bangsa lain. pemahaman ini menunjukkan karakter bangsa menentukan keberadaan dan kemajuan suatu bangsa,”tandasnya.

Sementara Seketaris DPRD Sintang Marchues Afen Ali dengan lantang, mengatakan “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya: bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negera Kesatuan Republik Indonesia”.

Selanjutnya, Afen membacakan. “Bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara. Bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur Ideologi Pancasila Bangsa Indonesia tetap dapat memperkukuh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

“Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,”tutupnya (bny)