Usai Dilantik, Di Kampungnya Julian Disambut Ratusan Warga

338
Usai Dilantik, Di Kampungnya Julian Disambut Ratusan Warga

SINTANG | SenentangNews.com – Bagaikan menyambut Kepala Daerah, ratusan warga kecamatan Binjai Hulu dan sekitarnya, hari Senin (9/9/2019), menyambut kedatangan Julian Sahri di kediamannya di desa Binjai Hilir. Menurut sejumlah warga, mereka yang hadir ini selain sebagian karena diundang acara sukuran, namun sebagian besar karena kehendak sendiri.

Ini tidak mengherankan, karena meski tidak disosialisasikan kepada publik, bahwa anggota DPRD Kabupaten Sintang Periode Tahun 2019-2014 akan dilantik tanggal 9 September 2019, sudah sejak sebulan lebih yang lalu, sudah diketahui warga sampai ke peloksok-peloksok.

Menurut Julian kepada media ini, sebagian memang datang karena diundang untuk menggelar sukuran bersama. Ternyata warga yang hadir ada beberapa kali lipat banyaknya. Tentu saja dirinya merasa bersukur, bahwa banyak warga dari tempat yang jauh pun berkesempatan hadir.

“Warga yang hadir ini cukup mewakili Daerah Pemilihan Sintang-II. Karena ada yang dari kecamatan Ketungau Hulu, kecamatan Ketungau Tengah, kecamatan Ketungau Hilir dan dari kecamatan Binjai Hulu. Yang terbanyak dari Ketungau Hilir dan Binjai Hulu,” terang Julian.

Usai Dilantik, Di Kampungnya Julian Disambut Ratusan Warga

Dalam acara sukuran ini, Julian bersama isteri Ny. Sesilia Limoi pun, bak pengantin baru di pelaminan. Semua yang hadir bergantian menyalami keduanya dalam antrian panjang. Para Kepala Desa juga turut memberikan selamat. Sejak dilantik hari itu, Julian mulai memasuki periode kedua duduk di DPRD Kabupaten Sintang.

Tokoh pemuda dari desa Telaga Dua, Desipar (37) menuturkan bahwa Julian adalah tokoh masyarakat, seorang petani dan juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Binjai Hulu. Julian tidak pernah membedakan suku dan agama. Jangan heran jika warga yang hadir di sini terdiri dari berbagai suku dan agama. Ketua Koperasi Harapan Jaya dan para sesepuh warga Jawa juga turut hadir.

Dalam mengundang grup kesenian Kuda Lumping pun, kata Desipar, meski benderanya adalah Kuda Lumping dari desa Binjai Hilir, namun para pemainnya gabungan dari beberapa grup Kuda Lumping dari beberapa desa lain.

“Yang hadir di sini khususnya untuk warga kecamatan Binjai Hulu, adalah para petani sawit. Para pejabat dari dua buah perusahaan perkebunan yang ada di Binjai ini, juga turut hadir dan turut memberikan selamat,” tutur Desipar.

Hal senada juga dikatan Lewis, seorang pemuka agama setempat. Menurutnya, baru kali ini pembacaan doa dalam sebuah acara pembukaan dilakukan oleh dua pembaca doa sekaligus secara bergantian. Yaitu secara agama Kristen dan secara agama Islam.

“Kerukunan antar umat beragama di kecamatan Binjai Hulu ini sudah demikian baik. Para tokoh masyarakatnya pun cukup memberikan contoh yang baik. Oleh sebab itu, kami semua warga Binjai Hulu tidak merasa suka jika ada oknum-oknum yang akan memecah belah kerukunan ini,” tandasnya. (Lcs)