Yudius : Jangan Bakar Sampah dan Buang Puntung Rokok Sembarangan

355
Damkar Sintang melakukan pemadaman di salah satu TKK. (Foto : Damkar)

SINTANG | SenentangNews.com – Kondisi udara di Bumi Senentang yang dipenuhi dengan asap salah satunya disebabkan oleh adanya Kebakaran Hutan dan Lahan.

Kasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sintang, Yudius mengungkapkan bahwa hingga saat ini timnya telah berusaha melakukan pemadaman kebakaran hutan lahan di sejumlah titik.

“Hingga saat ini sudah ada puluhan lahan dan hutan di Kabupaten Sintang khususnya di daerah Kecamatan Sintang, Kecamatan Kelam,Kecamatan Dedai Kecamatan Tempunak, Kecamatan Sungai Tebelian, Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Binjai. Itu yang bisa kami tangani, belum yang lokasinya TKKnya cukup jauh,” ujarnya kepada SenentangNews, Sabtu (7/9/2019).

Untuk itu, Yudius meminta kepada warga masyarakat untuk bekerjasama mengurangi polisi udara yang saat ini sedang melanda Bumi Senentang dengan cara mengurangi bahkan melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Berladang memang tradisi, namun saya berharap satu desa maksimal hanya 10 hektare dan tidak dilakukan secara serentak sehingga polusi udara tidak separah ini. Jika bisa dilakukan usaha lain selain dengan membakar, kami sangat berterimakasih namun jika memang harus dilakukan, silahkan lapor kepada Kepala Dusun, Kepala Desa, Ketua RT, aparat atau kepada Damkar sehingga bisa dijaga agar api tidak merembet ke lahan yang lain,” tuturnya.

Yudius juga menghimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas membakar sampah mengingat kualitas cuaca di Bumi Senentang sudah tidak baik bagi kesehatan.

“Jangan membakar sampah dulu lah, kualitas udara kita sedang tidak baik. Dan ingat, jika merokok, jangan buang puntung sembarang tempat, karena beberapa kasus kebakaran dikarenakan puntung rokok yang dibuang sehingga bisa membakar semak belukar. Jika terjadi kebakaran silahkan hubungi Damkar di nomor telepon (0565) 21875 atau langsung ke nomor saya 082255902999,” pungkasnya. (Uli)