Kegiatan Doktor Mengabdi dan KKN Unibraw, Tanam 1.000 Pohon Pewarna Alami Tenun Ikat

568
Saat mempraktekan kompor biomass di halaman Rumah Betang.

SINTANG | SenentangNews.com – Tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Program Doktor Mengabdi, dan juga kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa, sudah sepekan lamanya melaksanakan pembinaan masyarakat di Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai.

Jika melihat Tema dari kegiatan ini, yaitu; Strategi Pemanfaatan Sumberdaya Lokal untuk Pengembangan Kain Tenun Ikat Desa Ensaid Panjang di Kabupaten Sintang, maka ini adalah program khusus. Karena secara eksplisit tertera kalimat pengembangan kain tenun ikat di Desa Ensaid Panjang.

Menurut pantauan media ini, materi yang diberikan kepada para peserta ada yang dilakukan secara in-class di Ruai Betang. Untuk praktek penanaman bibit dan pembuatan pupuk kompos, dilaksanakan di antara kebun warga dan areal terbuka lainnya.

Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Amin Setyo Laksono saat ditemui di tempat kegiatan, Kamis sore (18/7/2019), mahasiswa yang KKN ini dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta dari Fakultas Pertanian. Kegiatan ini dijadwalkan selama dua pekan, yaitu dari tanggal. 13 hingga 26 Juli.

Dalam kegiatan ini, Unibraw menerjunkan tiga orang pakar Konservasi dan Budidaya Pertanian serta enam orang mahasiswa KKN. Kegiatan ini bertujuan untuk merevitalisasi kearifan lokal dan keterampilan masyarakat, dalam memanfaatkan potensi tumbuhan lokal sebagai bahan pewarna alami kain tenun.

Amin Setyo menambahkan, bahwa betapa pentingnya meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah perkebunan untuk sumber energi alternatif dan pupuk kompos. Serta pentingnya menyusun strategi pengembangan kapasitas kelembagaan adat dan seni, yang dapat mendukung secara langsung industri kain tenun ikat.

“Selain kegiatan menanam 1.000 pohon pewarna alami yang sudah mulai langka ini, Tim juga memperkenalkan kompor biomassa dan teknik pembuatan pupuk kompos,” papar Amin Setyo.

Ketua Pelaksana Kegiatan Amin Setyo, saat menanam salah satu bibit tanaman pewarna asli untuk tenun ikat.

Ditempat yang sama, Tim Doktor Mengabdi dari Universitas Kapuas (Unka) Sintang Peter Sobian menerangkan, bahwa Unka menerjunkan lima orang Doktor dalam kegiatan ini. Untuk kegiatan Doktor Mengabdi, dipimpin oleh Dr. Amin Setyo Leksono (Unibraw) dengan anggota terdiri dari Dr. Aminudin Afandhi (Unibraw), Irfan Mustafa, Ph.D (Unibraw), Dr. Peter Sobian (Unka), Dr. Lin Magdalena (Unka), Dr (c) Gunawan (Unka), Dr. Markus (Unka) dan Dr. Redin (Unka).

Tentang para perajin tenun yang diikutsertakan dalam kegiatan ini, menurut Peter Sobian ada 40 orang. Di Desa Ransi Panjang ini ada empat buah Dusun, yaitu Dusun Rentap Selatan, Dusun Ensaid Pendek, Dusun Ensaid Baru dan Dusun Empenyauk. Masing-masing Dusun diwakili oleh 10 orang perajin.

“Program Doktor Mengabdi ini bukan kerjasama antar lembaga Unibraw dan Unka Sintang. Namun merupakan kerjasama antar individu para Doktor. Kebetulan para Doktor di Unka adalah jebolan dari Unibraw juga,” pungkas Peter Sobian. (lcs).