Perihal Guru Mangkir, Disdikbud Sintang Akan Klarifikasi

458
ilustrasi sekolah

SINTANG | SenentangNews.com – Kabar mengenai ketidakhadirannya guru pada hari pertama masuk sekolah di SDN 06 Nanga Sekapat, Kecamatan┬áKetungau Tengah yang mengakibatkan banyak siswa yang dipulangkan ke rumah menjadi polemik yang dibahas oleh berbagai elemen masyarakat.

Fatimah, salah satu guru yang menjadi bagian guru tersebut mengungkapkan bahwa berdasarkan berita acara dari pihak sekolah yang dihadiri oleh Camat Ketungau Tengah, Pengawas SDN 6 Nanga Sekapat, Kepala Desa bersama kader, Komite Sekolah, KPL dan dewan guru mengklarifikasi bahwa postingan yang tersebar di salah satu media sosial tidak benar adanya.

“Saat itu, ada dua guru yang hadir, dan tidak ada yang memerintahkan siswa untuk pulang kembali ke rumah,” ujarnya kepada SenentangNews.com via telepon selular, Kamis (11/7/2019).

Fatimah yang juga merupakan bagian dari Guru Garda Depan (GGD) ini mengaku bahwa dirinya memang belum hadir ditempat tugas dikarenakan sakit pada mata yaitu visual impairment including blindness (binocular or monocular) yang ia derita.

“Dari Mei lalu, saya melakukan pemeriksaan. Memang pada awalnya saya hanya ijin ada keperluan saja, dan saya melakukan pemeriksaan di RSUD Ade M Djoen, ternyata saya dirujuk ke Pontianak, namun karena di Pontianak saya tidak ada keluarga, saya ijin ke sekolah untuk melakukan perawatan di Yogyakarta,” jelasnya seraya menunjukan surat rekomendasi dari BPJS.

Fatimah mengatakan bahwa dirinya berjanji akan kembali beraktivitas ditempat tugas (SDN 06 Nanga Sepakat) pada Senin mendatang dan akan menunda pengobatan matanya hingga pada semester mendatang.

“Saya sudah menjalani beberapa pemeriksaan mata secara bertahap dan memang harus dioperasi. Hanya saja karena hasil tes terakhir kemarin ketebalan kornea mata saya kurang dari normal maka operasi ditunda, soalnya tidak maksimal jika dilakukan. Nanti setelah semester depan baru akan periksaan lagi. Intinya, Senin depan saya sudah ada di Sintang,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan klarifikasi dari pihak pengawas.

“Kami meminta kepada pihak sekolah agar kejadian ini bisa memacu bagi guru-guru lain dalam meningkatkan disiplin kerja dalam proses pembelajaran di sekolah,” katanya.

Mengenai kemangkiran guru, lanjut Yustinus, pihaknya akan terus mengklarifikasi melalui pengawas dan akan memberikan tindakan dengan teguran kepada guru yang bersangkutan.

“Jika sekolah yang terkena program KIAT Guru maka dengan sendirinya tunjangan khusus akan dikurangi sesuai dengan tingkat kehadiran guru tersebut,” tutupnya. (Uli)