Dewan Dorong Pembangunan Pusat Rehabilitasi Narkoba

193
Tuah Mangasih

SINTANG | SenentangNews.com – Permasalahan narkoba menjadi PR untuk seluruh elemen disuatu daerah terlebih lagi di Kabupaten sintang, tindak pidana penyalahgunaan narrkoba yang sudah ditangani oleh Satuan Narkoba Polres Sintang masih menunjukkan angka yang cukup fantastis.

Anggota Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Tuah Mangasih mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang untuk membangun pusat rehabilitasi narkoba di Kabupaten Sintang. Pasalnya, ia menilai proses hukum tak selalu membuat pengguna atau pengedar jer dengan perbuatannya bahkan ada yang berbuat lebih NAKAL lagi.

“Banyaknya kasus tindak pidana narkoba yang sudah ditangani dan diproses hukum ternyata tidak memberikan efek jera bagi pengguna maupun pengedar tersebut. Disinilah peran Pemerintah harusnya digalakkan yaitu dengan menyediakan tempat rehabilitasi narkoba,” ujarnya kepada awak media SenentangNews.com beberapa waktu lalu.

Menurut Tuah yang juga merupakan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, dengan tersedianya tempat rehabilitasi narkoba di Kabupaten Sintang akan mengantisipasi luasnya tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Masyarakat dapat merehabilitasikan teman, keluarga atau bahkan dirinya sendiri aagar bisa terlepas dari pengaruh narkoba.

“Di Melawi sudah ada, kita disini yang malah belum ada. Memang ada beberapa hal yang harus dipikirkan sat membuat tempat rehabilitasi narkoba seperti tempat dan juga ketersediaan SDM yang berkualitas yang mampu membantu para pecandu untuk lepas dari pengaruh narkoba. Antisipasi dulu, jangan sudah membludak baru panik. Narkoba ini seperti fenomena gunung es,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa dirinya juga ingin Kabupaten Sintang memiliki tempat rehabilitasi sehingga dapat memangkas biaya yang akan dikeluarkan masyarakat jika ingin merehabilitasi keluarga atau bahkan dirinya sendii sehingga bebas dari bahaya narkoba.

“RS Rujukan ini kan luasnya 20 hektare, saya kira di salah satu sudut belakang RS dapat dibuatkan tempat rehabilitasi. Nanti akan disediakan tenaga medis yang menangani hal tersebut dan pastinya memangkas biaya. Tahun ini kita coba rumuskan, mari dukung,” singkatnya. (Uli)