Jaga Kedaulatan Bangsa, Dewan Dukung Proses Hukum 4 WNA Polandia

260
Ratusan Satwa di Kawasan Bukit Kelam yang diduga diambil tanpa ijin oleh 4 WNA Polandia

SINTANG | SenentangNews.com – Kasus empat Warga Negara Asing (WNA) asal Polandia yang berinisial berinisial OJ (31), HF (44), BP (31) dan TG (46) yang diduga melakukan pencurian ratusan satwa di kawasan wisata Bukit Kelam mendapatkan perhatian khusus dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Tuah Mangasih mengharapkan pihak berwenang mampu memberikan keputusan hukum yang sesuai dan adil mengingat perbuatan yang mereka lakukan sudah melanggar hukum dan menginjak kedauatan Bangsa Indonesia.

“Mereka sudah sewenang-wenang dengan kita, kedaulatan kita sudah diinjak sehingga kasus ini haus menbjadi pehatian bersama tentunya dengan harapan agar tidak kembali terulang,” ujarnya kepada awak media SenentangNews.com beberapa waktu lalu.

Tuah mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong dan mendukung proses hukum yang berlaku untuk kasus empat WNA asal Polandia ini.

“Kita ingin ada keputusan yang Inkrah sehingga kasus serupa tidak terulang lagi. Bagaimanapun, jika kita hanya diam dan memaafkan maka tidak menutup kemungkinan kasus serupa akan terjadi kembali dan akhirnya kedaulatan bangsa kembai terinjak dan tak dihargai,” tuturnya.

Keempat WNA asal Polandia ini diamankan di Kawasan Wisata Bukit Kelam pada akhir Maret 2019 lalu. Mereka terbukti membawa tumbuhan dan satwa liar sebanyak 283 jenis di kawasan hutan taman wisata alam Bukit Kelam tanpa ijin.

Hasil identifikasi sementara dari BKSDA Kalbar didukung MIPA Untan terhadap 283 Jenis Flora dan Fauna yang berasal dari kawasan hutan Taman Wisata Alam Bukit Kelam yakni 45 Ekor Kelabang, 96 Ekor Laba-laba, 40 ekor Kumbang Tanah, 20 ekor Kaki Seribu, 3 Ekor Katak Mulut Sempit, 1 Ekor ular Birang, 42 Ekor Kalajenging Cambuk, 3 ekor Kalajenging Cambuk Tak berekor, 19 ekor Kalajengking dan1‎0 ekor Kecoa Hutan

Untuk Flora yakni 2 rumpun Anggrek Dendrobium, 1 rumpun Anggrek Mutiara dan 1 rumpun daun Kupu-kupu, selain itu juga di sita 314 buah wadah plastik. (Uli)