Dihadiri Wistawan Luar Negeri, Festifal Kelam Tourism 2019 Resmi Dimulai

410
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati Memukul Gong Tanda Dimulainya Kelam Tourism 2019

SINTANG | SenentangNews.com- Genderang kuning sudah ditabuh, pertanda Festival Kelam Tourism tahun 2019 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati mewakili Gubernur Kalimantan Barat dengan ditandai pemukulan gong Lapangan Terminal, Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Senin (8/7/2019).

Tak cuma itu, banyak hal menarik didapat pada penyelenggaraan Festival Kelam Tourism tahun ini. Ya, untuk kali kedua event tahunan Pemda Sintang ini mengundang wisatawan dari luar Sarawak Malaysia dan juga wisatawan dari Kalimantan Tengah. Upaya mengundang wisatawan dari luar daerah Sintang itu bukan tanpa alasan.

Dalam sambutan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati mengatakan
bahwa kegiatan festival seperti ini merupakan penyampaian potensi alam kepada masyarakat ramai.

“Festival seperti ini merupakan sarana komunikasi dalam hal membangun, memberdayakan dan menyampaikan potensi-potensi alam dan budaya yang kita miliki kepada masyarakat luas, “kata Natalia.

Menurut Natalia Kabupaten Sintang memiliki peluang besar untuk mendorong kemajuan pariwisata, di Kalimantan Barat dengan kontur wilayah dan alam yang relatif menantang, tentu menjadikan Kabupaten Sintang dapat digolongkan menjadi wisata alam dan wisata minat khusus para wisatawan dari luar.

“Festifal seperti ini juga bisa memberikan potensi serta peluang untuk mendapatkan keuntungan dan dikembang dengan baik, sehingga Kabupaten Sintang bisa menjadi destinasi unggulan di Kalbar, ucapnya.

Masih kata Natalia dalam membangun pariwisata harus ditopang dari segi sarana dan prasarana, menurutnya pembangunan pariwisata dapat memberikan dampak yang besar bagi suatu wilayah.

“Tentunya untuk mewujudkan dan membangun sektor tersebut harus ada sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung yang dapat memberikan kemudahan kepada wisatawan, agar wisatawan dapat berkunjung ke Kabupaten Sintang,” tambahnya.
Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan tiga hal untuk mencapai Sintang yang Berkelanjutan, pertama itu adalah upaya konservasi pelestarian lingkungan dimana kita harus menjaga alam, menjaga hutan, menjaga bukit,

“Itu anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita jaga. Kedua ekonomi masyarakat haruslah tumbuh, dan yang ketiga adalah adat istiadat, sehingga kalau Konservasi, Ekonomi, Sosial dan Budaya itu bisa seimbang, maka tercapailah Sintang yang berkelanjutan,”kata Jarot.

Selain itu juga, Jarot menyampaikan bahwa kegiatan Kelam Tourism Festival tahun 2019 ini dikemas dengan baik yang menunjukkan keseimbangan antara budaya dan alam.

“Festival ini adalah festival yang kedua kalinya kita selenggarakan, jadi yang sekarang kita kemas secara seimbang, kita munculkan berbagai pertunjukan, kita munculkan explore keragaman, kekhasan warisan budaya nenek moyang kita, yang kita fokuskan di wilayah bukit kelam dan sekitarnya”, ucapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Hendrika menyampaikan berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam Kelam Tourism Festival 2019 selama tujuh hari.

“Kita selenggarakan kegiatan ini selama tujuh hari dimulai dari tanggal 8 Juli 2019 hingga 14 Juli 2019 dengan berbagai kegiatan seperti Bike to Kelam, Rock Climbing Kelam, Trabas Motocross, lomba marathon 10 Km, Air Soft Gun, Lomba Foto, Lomba Burung Berkicau, dan hiburan rakyat,” kata Hendrika.

Hendrika menjelaskan bahwa ribuan peserta telah mendaftarkan dirinya pada berbagai kegiatan dalam rangka Kelam Tourism Festival 2019 dan juga bakal banyak turis yang berdatangan baik dari dalam negeri dan luar negeri.

“Hingga saat ini peserta kegiatan yang telah mendaftarkan sejumlah 1500 orang, selain itu juga, Kelam Tourism Festival ini akan didatangi kurang lebih 1200 wisatawan baik lokal maupun mancanegara, yang dimana kami kemas juga kegiatan Pekan Raya Borneo, Gawai Dayak dan Bisnis Forum,”jelasnya. (bny)