Berharap Sintang dapat Tempias Penerimaan CPNS 2019

408
Ilustrasi

SINTANG | SenentangNews.com- Pemerintah Kabupaten Sintang masih menunggu penetapan alokasi formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk daerah dari pemerintah pusat. Kemungkinan besar Sintang mendapatkan tempias jatah formasi, namun diutamakan untuk tenaga kesehatan dan pendidikan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang Palentinus mengatakan, belum ada kepastian mengenai formasi CPNS untuk Sintang. Namun, kemungkinan besar ada.

”Belum ada kepastian. Masih menunggu informasi dari pemerintah pusat,”kata Palentinus belum lama ini.

Palentinus menjelaskan, saat ini Kabupaten Sintang sangat membutuhkan tenaga kesehatan dan pendidikan, terlebih kebutuhan untuk pemenuhan kedua hal tersebut terbantu dengan adanya honorer daerah. Apalagi dengan luasan wilayah dan penduduk Sintang saat ini yang cukup besar, sehingga masih memerlukan banyak guru dan tenaga kesehatan.

”Informasi ini sudah menyebar di masyarakat. Namun, sampai saat ini kita belum menerima adanya penerimaan CPNS itu, kita berdoa saja somoga tahun ini kita mendapatkan jatah penerimaan seperti tahun lalu,’”bebernya.

Terpisah ketua DPRD Sintang Jeffray Edward berharap agar Kabupaten Sintang bisa kembali mendapat jatah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tahun 2019.

Jeffray mengatakan, kekuatan APBD Sintang masih memungkinkan untuk merekrut tambahan abdi negara. Mengingat porsi anggaran belanja pegawai masih di bawah 50 persen.

“Menurut ketentuan itu (standar anggaran belanja pegawai), kabupaten masih punya kesempatan untuk merekrut PNS lagi. Semoga saja tahun ini bisa difasilitasi pemerintah pusat dengan membuka kembali seleksi CPNS,” jelasnya.

Untuk itu Politisi PDI Perjuangan ini berharap, pihak eksekutif sudah mulai kembali mendata formasi yang sangat dibutuhkan. Terutama dari tenaga kesehatan dan pendidikan seperti penerimaan CPNS tahun kemarin.

“Saya lihat bahwa Sintang ini memang harus berupaya mendapatkan jatah CPNS lagi. Terutama tenaga kesehatan seperti dokter umum dan juga dokter spesialis. Saya pikir, alangkah baiknya kalau saat ini Pemda sudah melakukan inventarisasi kembali mengenai hal tersebut,” tukasnya. (bny)