Silpa Sintang Sebesar Rp 245,7 Miliar

443

SINTANG I SenentangNews.com- Besarnya silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) yang mencapai Rp245,7 miliar pada tahun anggaran 2018 disampaikan wakil bupati Sintang Askiman pada saat rapat paripurna bersama DPRD, Rabu (12/2019).

Rapat yang dipimpin ketua DPRD Sintang Jeffry Edwar didamping wakilnya Sandan dan Terry Ibrahim dihadiri wakil bupati Sintang Askiman, Sekda Sintang Yosepha Hasnah, Pimpinan OPD serta anggota dewan lainnya.

Wakil bupati Sintang Askiman menyampaikan bahwa Silpa yang terjadi di APBD 2018 disebabkan masih lemahnya pelaksanaan program di setiap OPD di lingkungan Pemerintah Sintang.

“Tentu ini menjadi perhatian dan evaluasi kita supaya ditahun 2019 ini bisa kita tekan,”kata Askiman.

Askiman mengatakan jika dibanding tahun 2017 yang lalu Silpa sebesar Rp 152,4 Miliar maka terjadinya kenaikan Silpa sebasar Rp 93,2 miliar.

“Silpa bisa bermakna bagus ketika muncul dari penghematan anggaran. Tapi juga berarti buruk ketika muncul dari kegagalan belanja daerah. Serapan anggaran yang rendah, sama saja dengan menahan manfaat anggaran yang mestinya bisa dinikmati masyarakat,”kata Askiman.

Dikatakan Askiman besaran Silpa tahun 2018 yang lalu dikarenakan adanya perubahan pekerjaan dibeberapa OPD. Sehingga harus dikerjakan di tahun 2019 ini.

“Anggarannya tidak hilang cuma ada perubahan saja makanya Silpa kita lumayan besar,”jelasnya.

Askiman juga menekankan kepada seluruh kepala OPD agar melakukan pengendalian internal dalam membelanjakan APBD sesuai dengan peruntukannya dan tidak melanggar aturan pengelolaan keuangan.

”Kami ingatkan semua masing-masing OPD agar lebih berhati-hati memanfaatkan anggaran yang ada,” imbuhnya.

Askiman juga bersyukur bahwa tahun 2018 yang lalu Pemerintah Sintang dapat meperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang ketujuh kali.

“Perolehan WTP yang ketujuh kalinya ini tentu berkat kerja keras semua komponen untuk terus bisa mempertahankannya demi kesejahteraan masyarakat Sintang,”tandasnya.

Terpisah Anggota DPRD Sintang Heri Jamri menilai tinginya Silpa ditahun 2018 disebabkan terjadinya anggaran dari pusat berupa pajak BPHTB masuk diakhir tahun.

“Itu kan anggarannya masuk diakhir tahun setelah kita menetapkan APBD murni sehingga anggaranya tidak terserap,”tutupnya. (Bny)