Viral Cacar Monyet, Dewan Minta Masyarakat Tak Panik Dan Jaga PHBS

367
Melkianus

SINTANG | SenentangNews.com – Ditemukannya satu orang warga negara Nigeria yang terkena virus cacar monyet atau Monkeypox di Singapura membuat keresahan masyarakat terutama yang tinggal berbatasan dengan daerah tersebut.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang, Melkianus meminta kepada warga masyarakat untuk tidak takut mengenai adanya virus cacar monyet atau monkeypox yang di temukan di negeri tetangga yaitu Singapura.

“Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah mengatakan bahwa kasus monkeypox atau cacar monyet tidak ada di temukan di Indonesia. Untuk itu, saya harap warga masyarakat khususnya Kabupaten Sintang untuk tidak terlalu khawatir mengenai keberadaan virus tersebut,” ujarnya ketika dihubungi via telepon selular, oleh awak media SenentangNews.com, Rabu (15/5/2019).

Meskipun demikian, Anggota Komisi C Bidang Kesehatan dan Pendidikan DPRD Kabupaten Sintang, Melkianus mengajak warga masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga tak mudah terkena penyakit termasuk virus Cacar Monyet atau Monkeypox dan penyakit lainnya.

“Pentingnya PHBS dalam kehidupan sehari-hari adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga segala macam penyakit dapat segera diatasi dengan daya tahan tubuh yang kuat,” ucapnya.

Mengenai penyebarannya yang melalui hewan pengerat, Melkianus menghimbau kepada warga masyarakat untuk menghindari hewan pengerat seperti tikus, tupai maupun monyet.

“Untuk penyebaran virus Monkeypox ini sendiri tidak mudah, penularan dari manusia ke manusia sangat jarang. Ini merupakan zoonosis atau ancaman penyakit yang berasal dari hewan. Oleh karena itu, hindari dan jangan konsumsi hewan pengerat, apalagi yang sudah terkontaminasi,” tukasnya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan penularan cacar monyet dapat dicegah dengan hidup bersih sebagai berikut :

  1. Cuci tangan dengan sabun.
  2. Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata.
  3. Membatasi paparan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.
  4. Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi.
  5. Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengonsumsi daging yang diburu dari hewan liar.

Wilayah terjangkit Monkeypox secara global, yaitu Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon and Sudan Selatan). (Uli)