Antisipasi Cacar Monyet, Sinto : Hindari Binatang Pengerat

273
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Haryanto Sinto Linoh

SINTANG | SenentangNews.com – Virus Cacar monyet atau Monkeypox yang telah ditemukan kasusnya di Singapura memberikan ketakutan tersendiri bagi warga masyarakat Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh menegaskan bahwa hingga saat ini kasus penyakit Monkeypox atau cacar monyet tidak ada ditemukan di Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sintang.

“Untuk di Sintang bahkan di Kalimantan Barat tak ada kasus penyakit Monkeypox,” ujarnya ketika ditemui di Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang oleh sejumlah awak media, Rabu (15/5/2019).

Meskipun demikian, dr. Sinto mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk waspada mengenai penyakit tersebut.

“Kasus sebenarnya ada di Singapura, sehingga daerah yang berbatasan langsung dengan Singapura yaitu di Batam sudah antisipasi. Kami juga mendapatkan Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus cacar monyet dan sudah kami sampaikan ke seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Sintang,” ucapnya.

dr. Sinto menjelaskan bahwa ciri-ciri orang yang terkena virus cacar monyet hampir sama dengan cacar air yaitu demam, nyeri otot, ruam pada kulit, sakit kepala dan kekurangan energi. Masa inkubasi hingga 21 hari.

“Jika hanya murni virus, maka dapat sembuh sendiri, namun yang kita takutkan jika disertai dengan komplikasi penyakit lainnya,” tuturnya.

Untuk itu, dr. Sinto mengajak seluruh warga masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Sintang untuk lebih peduli pada kesehatan dan menjalankan Pola Hidup Sehat dan Bersih.

“Pembawa virus cacar monyet berasal dari hewan pengerat seperti tikus, tupai atau monyet. Sebisa mungkin hindari hewan pengerat tersebut. Pencegahan yang paling baik adalah memperkuat daya tahan tubuh dengan menjalankan pola hidup sehat dan bersih,” tukasnya. (Uli)