Gelar Bukber, Askiman : Kami Ingin Jaga Hubungan Antar Suku Dan Agama

253
Wabup Sintang memberikan sambutannya saat pelaksanaan buka puasa bersama di Balai Pegodai

SINTANG | SenentangNews.com – Wakil Bupati Sintang, Askiman menggelar buka puasa bersama dengan masyarakat Kabupaten Sintang di Balai Pegodai, Rumah Dinas Jabatan Wakil Bupati Sintang, Selasa (14/5).

Wakil Bupati Sintang menyampaikan bahwa tujuan dari digelarnya buka puasa ini adalah untuk menjaga hubungan antar suku dan agama yang menjadi modal penting dalam pembangunan suatu daerah.

“Ini sudah kali ketiga Ramadhan dan selalu ada buka puasa bersama. Tujuannya adalah menjaga hubungan antar suku dan agama dengan harapan mampu membuat masyarakat selalu damai dan tersenyum sehingga membuat Kabupaten Sintang akan semakin merasa nyaman, aman dan maju,” ujarnya.

Askiman mengatakan ada banyak kesamaan ajaran dan pembelajaran yang tercantum dalam Alquran dengan kitab yang ia yakini karena sesungguhnya seluruh ajaran agama mengajak umat manusia untuk bersifat baik.

“Banyak ajarannya yang sama hanya saja pengajarannya yang berbeda. Tak ada agama yang mengajarkan untuk tidak saling mengasihi sesama manusia,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Ustad Solehuddin yang berkesempatan untuk memberikan tausiyah mengungkapkan bahwa pihaknya sudah ketiga kalinya diundang untuk memberikan tausiyah pada giat buka puasa.

“Beliau sangat luar biasa cintanya pada Islam. Saya saja sudah tiga kali diundang ke Balai Pegodai untuk memberikan tausiyah pada giat buka puasa bersama,” tuturnya.

Menurut Ustad Soleh, apa yang sudah dilakukan oleh Wakil Bupati Sintang sudah menjalankan dua Ukhuwah yaitu Ukhuwah Wathoniyah dan memfasilitasi Ukhuwah Islamiyah.

“Ada tiga jenis ukhuwah. Pertama, Ukhuwah Islamiyah yaitu persaudaraan sesama umat Islam. Kedua Ukhuwah Wathaniyah yaitu persaudaraan bangsa. Dan ketiga, Ukhuwah Basyariah yaitu persaudaraan umat manusia. Dan artinya, beliau sudah melaksanakan dua ukhuwah yaitu yang utama adalah Ukhuwah Wathaniyah dan memfasilitasi Ukhuwah Islamiyah,” tuturnya.

Ustad Soleh juga mengajak untuk memperbanyak kalimat Thayyibah yaitu berkata yang baik. Salah satunya adalah dengan memperbanyak membaca Alhamdulillah, sebagai bentuk puji syukur atas segala nikmat yang sudah diterima.

“Salah satunya adalah nikmat sehat. Apa guna uang banyak, kaplingan bejibun namun kena penyakit. Itulah makanya kita harus banyak bersyukur,” tukasnya. (Uli)