Sampaikan LKPJ 2019 ke Dewan, Jarot Mengaku Puas Atas Capaian Kinerja Pemkab Sintang

466
Bupati Sintang Jarot Winanrno Memaparkan Hasil Capaian Kinerja Selama Tahun 2018 dalam Rapat Paripurna, Senin (6/5) lalu

SINTANG | Senentangnews.com- Bupati Sintang Jarot Winarno menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2018 kepada Wakil Ketua DPRD Sintang Terry Ibrahim pada Rapat Paripurna ke I masa persidangan II yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, Senin (6/5) lalu.

Bupati Sintang Jarot Winarno membacakan nota pengantar LKPj Tahun Anggaran 2018 memaparkan gambaran umum potensi wilayah, kondisi ekonomi, visi misi, arah kebijakan umum serta prioritas daerah dan kebijakan umum pengelolaan keuangan Kabupaten Sintang selama satu tahun yang telah lewat.

Bupati Jarot mengatakan sebanyak 14 program perioritas pemkab Sintang selama tahun 2018 yang telah ditetapkan dan masuk dalam RPJMD untuk dilaksanakan di setiap OPD yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.

Menurut Jarot LKPj tersebut merupakan progres laporan atas pelaksanaan tugas dan pencapaian kinerja pemerintah daerah tahun anggaran 2018 lalu, seperti capaian pengelolaan keuangan daerah.

“Pada 2018 pendapatan terealisasi Rp 1,93 triliun atau 98,89 % persen dari target pendapatan yang telah ditetapkan sebesar Rp 1,91 triliun,”kata Jarot.

Disampaikan juga oleh Jarot, terkait realisasi penggunaan APBD 2018, baik itu pendapatan maupun belanjanya. dalam pendapatan, untuk pendapatan Asli Daerah dari target sebesar Rp 211 milyar, tercapai sebesar Rp 240 milyar.

“Kemudian untuk dana perimbangan dari target sebesar Rp 1,31 trilyun tercapai sebesar Rp 1,30 trilyun, selanjutnya dana perimbangan berupa dana bagi hasil pajak atau bagi hasil bukan pajak dari target sebesar Rp 37 milyar, terealisasi sebesar Rp 40 milya. Untuk dana alokasi umum (DAU) dapat tercapai 100% yaitu sebesar Rp 909 milyar. Sedangkan untuk dana alokasi khusus (DAK) ditargetkan sebesar Rp 372 milyar, dapat terealisasi sebesar Rp 355 milyar,”sambung Jarot.

Selanjutnya untuk belanja tidak langsung ditargetkan sebesar Rp 1,17 trilyun dapat terealisasi sebesar Rp 1,07 trilyun. Belanja hibah dari target sebesar Rp 68 milyar dapat terealisasi sebesar Rp 65 milyar. Kemudian belanja bantuan sosial dari target sebesar Rp 9,2 milyar dapat terealisasi sebesar Rp 8,6 milyar.

“Untuk Belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa dari target sebesar Rp 12,44 milyar dapat terealisasi sebesar Rp 3,68 milyar. Sedangkan belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa dari target sebesar Rp 402 milyar dapat terealisasi sebesar Rp 400 milyar. Sementara belanja tidak terduga dari target sebesar Rp 2,4 milyar dapat terealisasi sebesar Rp 826 juta,”kata Jarot lagi.

Sementara untuk belanja langsung ditargetkan sebesar 895 milyar dapat terealisasi sebesar Rp 792 milyar. Kemudian belanja langsung terdiri atas belanja pegawai dari target sebesar Rp 31,3 milyar dapat terealisasi sebesar Rp 29,6 milyar.

“Belanja barang dan jasa dari target sebesar Rp 486 milyar dapat terealisasi sebesar Rp 426 milyar atau . kemudian belanja modal dari target sebesar Rp 377 milyar dapat terealisasi sebesar Rp 335 milyar,”jelas Jarot.

Atas capaian tersebut, Jarot pun mengaku cukup puas, karena dapat mencapai target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2018. Menurutnya, capaian tersebut juga memperkuat optimisme pertumbuhan di 2019 ini.

“Tentunya LKPj 2018 yang disampaikan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah Kabupaten Sintang untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan pada tahun-tahun mendatang,”tukasnya. (bny)