Anton: Akan Banyak Manfaat Jika Ibukota Pindah Ke kalimantan

162
Anton Isdianto

SINTANG | SenentangNews.com-Kajian adanya rencana Pemerintah Pusat (Pempus) memindahkan ibukota negara terus dilakukan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), dua tahun ke depan tepatnya 2019 hasil kajian itu akan dilakukan penetapan.

Bila dalam kajian oleh Bappenas tersebut menunjukan bahwa ibu kota harus dipindahkan ke Kalimantan tepatnya di propinsi Kalteng , Palangkaraya, maka semua kantor pemerintahan akan dibangun di Palangkaraya mulai dari Kantor Presiden hingga kantor kementrian, sementara Jakarta nantinya akan menjadi pusat kota bisnis dan keuangan.

Anggota DPRD Kabuapten Sintang Anton Isdianto sangat mendukung rencana pemindahan ibu kota ke pulau Kalimantan tersebut. Menurutnya akan banyak manfaat yang dirasakan apabila kajian pemerintah pusat benar-benar memindahkan ibukota negara ke pulau borneo.

“Kenapa Kalimantan, Sebab ini menjadi pilihan untuk dilakukan kajian oleh Bappenas, karena di sana memiliki sejarah historis yang merupakan satu-satunya kota yang dibangun oleh Presiden RI pertama yakni Soekarno setelah Indonesia merdeka,” beber Anton, Selasa (7/5).

Menurut Politisi PAN ini Ibukota negara jelas menjadi hal terpenting dalam suatu bangsa. Bukan hanya dalam perekonomian, jika Kalimantan menjadi pusat sentralnya, jelas akan mengangkat infrastruktur dan pembangunan juga. Hal ini akan berdampak pada daerah-daerah pinggiran terutama perbatasan di Kalimantan.

“Pastinya akan berdampak pada Kalimantan Barat juga, Karena bagaimana pun misalnya ibukota berada di sebuah pulau di provinsi, maka infrastruktur dan investasi akan ikut berkembang dan naik,” tuturnya.

Selain itu, dalam rangka mempercepat pemerataan pembangunan kata Ketua DPC Partai PAN Kabupaten Sintang ini dengan pemindahan ibukota negara ke Kalimantan tentunya pembangunan akan merata. Bahkan ia menjamin pertumbuhan perekomian mampu mengalami peningkatan cukup cepat. Pemindahan ibu kota juga berpeluang menciptakan ibu kota yang asri, mengingat belum tingginya ledakan penduduk pada kawasan baru.

“Saya pikir, pemindahan ibu kota ini bisa lebih meningkatkan baik dari segi ekonomi mau pemerataan pembangunan yang selama ini dominan di Pulau Jawa. Dengan berpindahnya ke tempat baru otomatis memberikan semangat baru dan mungkin masih mudah mengatur tata kota karena belum terlalu padatnya bangunan di wilayah itu,” terangnya.

Lanjutnya, dengan pemindahan ibu kota ke Kalimantan secara otomatis dapat menguntungkan sektor wisata pada daerah yang dituju. Hal tersebut dikarenakan berpindahnya pusat perhatian.

“Kalau ibu kota memang berpindah, katakanlah ke Kalimantan misalnya, Palangkaraya. Hal positifnya adalah Kalimantan berpotensi mengalami peningkatan pembangunan dan ekonomi baik dari segi wisata maupun industri lain, apalagi kita tahu sendiri wilayah kalimantan ini infrastrukturnya masih sangat jauh yang diharapkan, ”tukasnya. (bny)